Gianyar – Event sepak bola usia dini dan remaja bertajuk Bali7 yang digelar di Bali United Training Center berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, Bali7 menjelma sebagai ruang mempererat persahabatan lintas daerah hingga mancanegara.

Turnamen ini diikuti oleh sekitar 500 tim dari tujuh negara, yakni Indonesia, Australia, Filipina, Malaysia, India, Belanda, dan Singapura. Dengan total pertandingan yang diperkirakan mencapai 1.000 laga, Bali7 menjadi salah satu event sepak bola usia muda terbesar yang pernah digelar di Bali.
Berbagai kategori usia dipertandingkan, mulai dari KU 8, KU 10, KU 12, KU 14, KU 16, serta kategori putri dan kategori pro. Setiap pertandingan tidak hanya menampilkan persaingan sengit, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Bali7 menghadirkan suasana yang hangat di antara para peserta. Para pemain dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) tampak saling berbaur, berbincang, hingga berfoto bersama meski terkendala perbedaan bahasa.
Salah satu peserta dari Indonesia mengungkapkan kesannya mengikuti ajang ini.
“Senang sekali bisa ikut Bali7. Di sini bukan cuma main bola, tapi juga bisa punya teman dari negara lain. Walaupun bahasa kami berbeda, tapi kami tetap bisa akrab,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan peserta dari Malaysia yang merasa event ini memberikan pengalaman berharga.
“Kami datang jauh-jauh ke Bali, dan ternyata di sini kami merasa seperti keluarga. Banyak teman baru, banyak kenangan,” katanya.
Momen kebersamaan terlihat jelas di sela-sela pertandingan, di mana para pemain saling bertukar jersey, bercanda, hingga mengabadikan foto bersama. Aktivitas tersebut menjadi simbol nyata bahwa sepak bola mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan.
Dengan semangat sportivitas dan persahabatan yang kuat, Bali7 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun hubungan tanpa batas antar generasi muda dari berbagai penjuru dunia.



