25.5 C
Mataram
Thursday, April 30, 2026

Dorong Literasi Anak dan Ibu, Bhayangkari KLU Gelar Safari Literasi ke Desa-Desa

Must read

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Heny Agus Purwanta, menyapa anak di desa Malaka.

Lombok Utara, NTB — Dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional, Bhayangkari Cabang Lombok Utara bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispurarsip) Kabupaten Lombok Utara menggelar program Safari Literasi yang menyasar desa-desa dengan akses literasi terbatas di wilayah tersebut.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Heny Agus Purwanta, menyampaikan bahwa Safari Literasi merupakan upaya nyata dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak dan ibu-ibu di daerah terpencil.

“Kami ingin anak-anak di Lombok Utara tidak hanya mengenal buku di momen tertentu saja. Membaca harus menjadi kebiasaan hidup sehari-hari, dan ini harus dimulai sedini mungkin,” ujar Heny.

Sebagai dosen dan penulis aktif, Heny juga turut menyumbangkan lebih dari 12 karya ilmiah ber-ISBN untuk memperkaya koleksi literasi di Pojok Baca Desa Malaka dan perpustakaan komunitas lainnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Lombok Utara, Muhammad Wahyu Darmawan, memberikan apresiasi atas inisiatif ini dan menilai Safari Literasi sebagai langkah konkret dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat.

“Lombok Utara masih menghadapi tantangan besar dalam hal minat baca. Kehadiran buku-buku karya Ibu Ketua Bhayangkari serta program Safari Literasi memberikan harapan baru bagi peningkatan budaya baca,” ujarnya.

Dispurarsip juga mendukung gerakan ini dengan menyediakan fasilitas perpustakaan digital yang dapat diakses melalui perpusnas.go.id, menjangkau seluruh lima kecamatan di Lombok Utara sebagai bagian dari transformasi literasi digital.

Salah satu lokasi pelaksanaan Safari Literasi adalah Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. Kepala Desa Malaka, Akmaludin Ichwan, menyampaikan dukungannya melalui pembangunan Pojok Baca Malaka di kantor desa, yang strategis karena dikelilingi oleh beberapa sekolah dan pondok pesantren.

“Kantor desa kami telah dijadikan pusat literasi masyarakat. Bahkan, kami pernah meraih penghargaan dalam lomba literasi tingkat kabupaten dan provinsi,” katanya.

Melalui Safari Literasi, Bhayangkari Lombok Utara berharap dapat menjadi katalisator dalam membangun budaya literasi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

“Kami ingin agar kegiatan ini tidak hanya berlangsung saat Hari Buku Nasional, tetapi menjadi budaya pelayanan dan pembinaan masyarakat secara terus-menerus,” tutup Heny.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article