29.5 C
Mataram
Wednesday, June 19, 2024

Angka Stunting di Lombok Barat Turun 10,9 Persen

Must read

Lombok Barat, NTB – Kabupaten Lombok Barat dinilai sukses dalam menurunkan angka stunting hingga 10,9 persen per April 2024 kemaren.

Angka 10,9 persen yang dicapai itu dari target 13 persen dan melampaui target nasional 14 persen.

Atas capaian itu, dalam kegiatan Kick Off Intervensi Pencegahan Stunting pada Senin, 3 Juni 2024 dengan lokus kegiatan di Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui surat edarannya tahun ini tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di seluruh Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau Kemenko PMK melalui Bidang Ketahanan Gizi mengapresiasi uapaya yang dilakukan pemda setempat dalam percepatan penurunan angka stunting.

“Kami mengapresisasi Lombok Barat yang berhasil menurunkan stunting secara signifikan dari tahun 2022 sebesar 34 persen menjadi 19,9 persen dari data SKI 2023. Tentu ini adalah upaya bersama, kerja keras dan kerja cerdas dari berbagai sektor,” kata ahyuni Aristyanti.

Untuk percepatan penurunan angka stunting, Penjabat Bupati Lombok Barat menuturkan, pihaknya bergerak bersama bergotong royong dalam upaya mengentaskan stunting.

“Dari hasil penimbangan bulan April kemaren menghasilkan perolehan segnifikan dari sebelumnya 14 persen ditahun 2023 menjadi 10,9 dipenimbangan akhir april 2024. Kemudian dalam percepatan penurunan angka stunting selain program posyandu beberapa hal yang dilakukan dan melibatkan banyak elemen masyarakat, dan kita di daerah melakukan banyak hal mulai dari pencegahan hingga proses intervensi. Dari pencegahan minsalnya termasuk membuat regulasi perkawinan dini dan intervensi terhadap anak-anak remaja kita yang sedang tumbuh berkembang sesuai usianya. Ketika masuk diusia perkawainan mereka siap secara mental secara fisik untuk mejadi seorang ibu.” Jelas Ilham.

Lebih lanjut disinggung terkait upaya pengentasan stnting ini akan terus dilakukan?.

“Kita akan terus lanjutkan upaya-upaya yang sudah kita lakukan kita terus lanjutkan dengan elemen-elemen masyarakat tadi. Bahkan kita menyusun kembali upaya percepatan lebih cepat lagi menuju zero stunting, ini arah kita menuju kepada zero stunting, kita tidak boleh lebih cepat puas dengan capaian ini arah kita ke 0 stunting”tambahnya.

Akibat masifnya program dan posyandu keluarga, Didesa Midang sendiri berdasarkan data terakhir terdapat pergerakan penurunan angka stunting mencapai 66 kasus.
“Saya sudah menganggarkan sejak 3 tahun terakhir, tahun 2022 ada 169 kasus, 2023 109 dan di tahun 2024 66 kasus,” jelas Samsudin.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan penderita stunting dan ibu hamil yang berisiko stunting oleh PJ Bupati Lombok Barat, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan proses posyandu yang sedang berlangsung.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article