Lombok Barat, NTB – Kegiatan Car Free Night (CFN) yang digelar rutin di Lombok Barat terbukti menjadi ajang interaksi sosial yang efektif bagi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi setiap akhir pekan, menjadikan momen ini tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sarana membangun relasi sosial di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian.
Tak hanya berdampak secara sosial, kegiatan ini juga memberikan efek positif bagi perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pedagang kuliner dan produk lokal mengaku mengalami peningkatan pendapatan signifikan setiap kali CFN digelar.
“Penjualan kami naik dua kali lipat dari hari biasa. Ini sangat membantu kami, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang,” ujar salah satu pedagang di area CFN Gerung.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun menyambut baik antusiasme masyarakat dan pelaku usaha. Bupati Lombok Barat, H. L. Ahmad Zaini, menegaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Kita memang bertahap, semua sudah masuk dalam daftar apa yang harus kita kerjakan. Kenapa Car Free Night lebih dulu? Karena ini untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, multiefeknya yang kita pikirkan,” jelas Bupati Zaini.
Namun, di balik kesuksesan CFN, masih ada catatan yang menjadi perhatian warga. Beberapa titik di wilayah Lombok Barat, khususnya di kawasan kota Gerung, masih minim penerangan jalan. Kondisi ini cukup kontras dengan suasana Taman Kota Gerung yang selalu ramai dan terang setiap Sabtu dan Minggu.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Zaini mengakui adanya kekurangan dalam infrastruktur penerangan dan berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara bertahap.
“Saya menyadari hal tersebut dan akan segera kita garap secara bertahap. Kan tidak mungkin dalam waktu empat bulan secara instan semuanya bisa saya kerjakan,” tambahnya.
Lebih jauh, Bupati Zaini juga mengungkapkan rencana jangka panjang pemerintah untuk menjadikan kawasan ini sebagai ikon baru Lombok Barat. “Ke depannya di sini akan ada alun-alun, sehingga hidup selayaknya seperti ibu kota provinsi.”

Kepala Desa Jeringo, Sahril, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif pemerintah daerah. Menurutnya, Car Free Night telah membawa suasana baru di Kota Gerung, yang selama ini kurang dimanfaatkan secara maksimal.
“Dulu taman kota ini seperti sia-sia dibangun, tidak pernah dimanfaatkan secara maksimal. Tapi sekarang, dengan adanya pasangan LAZADHA (L. Ahmad Zaini dan Hj. Nurul Adha), semuanya dimanfaatkan secara optimal dan menghasilkan multiefek yang nyata bagi masyarakat,” ujar Sahril.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Sekarang kami merasa punya kota. Dan kami yakin ke depan, Pak Bupati akan mendesain taman kota ini agar lebih baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya berdasarkan keinginan semata.”
CFN kini bukan sekadar ajang hiburan mingguan. Ia telah menjelma menjadi simbol kebangkitan sosial dan ekonomi lokal, serta menjadi panggung kebersamaan antara pemimpin dan rakyatnya. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan kegiatan ini akan terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan.



