23.5 C
Mataram
Wednesday, April 15, 2026

Maad Adnan Deklarasi Maju Pilkades Lantan 2026, Usung Perubahan Ekonomi dan Pariwisata Desa

Must read

Lombok Tengah – Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2026, dinamika politik mulai terasa di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah nama bakal calon kepala desa mulai bermunculan dari berbagai kalangan, khususnya tokoh pemuda setempat.

Salah satu figur yang digadang-gadang menjadi calon kuat adalah Maad Adnan. Ia secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Lantan, di hadapan puluhan tokoh pemuda dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maad Adnan menyampaikan komitmennya untuk membawa perubahan di berbagai sektor, terutama dalam penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia menegaskan akan fokus pada pemberdayaan petani, pekebun, peternak, serta pelaku perikanan, sekaligus mengembangkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

“Saya siap maju sebagai bakal calon Kepala Desa Lantan tahun 2026. Ini adalah ikhtiar untuk membawa perubahan dan memaksimalkan potensi desa yang selama ini belum dikelola secara optimal,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Maad Adnan merumuskan sejumlah misi utama, di antaranya memajukan sektor pertanian, mengembangkan UMKM dan industri lokal, membuka peluang kerja dan usaha bagi warga, serta membangun pariwisata desa. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang jujur, adil, dan transparan.

Ia juga berkomitmen memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik di setiap dusun untuk berkontribusi dalam birokrasi desa, sekaligus mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Tidak hanya itu, Maad Adnan turut menyoroti pentingnya optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, BUMDes harus mampu memetakan potensi desa secara maksimal agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“BUMDes harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tegasnya.

Sebagai desa yang memiliki potensi wisata, ia menilai perlu adanya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, hingga peternakan. Hal ini juga harus didukung dengan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan serta keterlibatan seluruh stakeholder untuk menciptakan kawasan wisata yang berkelanjutan.

Di sisi lain, persoalan pengelolaan sampah menjadi perhatian serius yang ia angkat dalam programnya. Ia menilai kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui sistem pilah sampah.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari keluarga dengan menerapkan sistem pilah sebelum dibuang. Selain itu, pemanfaatan teknologi pengolahan sampah juga penting agar dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Tak kalah penting, pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan juga menjadi prioritas guna menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan berbagai gagasan tersebut, Maad Adnan berharap dapat membawa Desa Lantan menuju perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi, tata kelola pemerintahan yang transparan, serta pengembangan potensi desa secara maksimal.

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest article