Berdasarkan hasil musyawarah antara pemerintah kota, dewan pengupahan, dan perwakilan buruh dan karyawan, Upah Minimum Kota ( UMK) Kota Mataram diusulkan naik hingga 8,71 % dari 1.714.000 menjadi  1.863.524.

 

Berdasarkan hasil musyawarah antara pemerintah kota, dewan pengupahan, dan perwakilan buruh dan karyawan, Upah Minimum Kota ( UMK) Kota Mataram diusulkan naik hingga 8,71 % dari 1.714.000 menjadi  1.863.524.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala Dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertran) kota Mataram M. Syaeful Mukmin, dijelaskannya usulan kenaikan UMK tersebut  sesuai dengan nilai inflasi kota mataram senilai 3,27 % dan laju pertumbuahan ekonomi  senilai 4,9 %.

Sementara itu setelah angka tersebut disepakati, pihaknya akan mengajukan rekomendasi  tersebut kepada walikota untuk selanjutnya diusulkan ke gubernur NTB  agar dapat segera ditetapkan pemberlakuannya pada januari 2018 mendatang.

“tahun 2017 kan UMK kita sekiitar 1,714 juta kalo sekarang berdasarkan hasil rapat tim pengupahan menjadi 1, 863 juta, kenaikannya sekitar 8,71 %.”

lebih lanjut, dirinya menjelaskan jika penerapan Umk tersebut akan tetap mendapatkan pengawasan dari timnya, dimana jika nantinya ditemukan adanya perusahaan yang memberi upah karyawan dibawah UMK akan diberi sanksi sesuai peraturan perundan-undngan yang berlaku.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here