Tahun baru memang identik dengan suara terompet saat malam pergantian tahun, namun menjelang tahun baru 2018, sejumlah pedagang terompet yang tersebar di sepanjang jalan kota praya masih sepi pembeli.

 

Tahun baru selain identik dengan kembang api, keberadaan trompet juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin merayakan malam pergantian tahun. selain menyalakan kembang api, masyarakat juga berlomba-lomba membunyikan terompet. sehingga ketika menjelang tahun baru, biasanya penjual trompet musiman menjamur di beberapa sudut kota praya. moment tersebut dimanfaatkan para penjual terompet untuk mencari keuntungan disaat awal tahun baru tiba.

seperti halnya sahrin pedagang trompet asal tengari kecamatan praya yang setiap harinya berjualan di samping lapangan alun-alun tastura praya lombok tengah. pekerjaan sebagai penjual terompet sudah dilakoninya sejak belasan tahun yang lalu ketika menjelang tahun baru tiba. namun menjelang tahun baru 2018 ini dagangannya masih sepi pembeli.

“untuk tahun baru kali ini, saya baru kemarin jualan disini dan sampai saat ini pembeli belum ada masih sepi”

lebih lanjut sahrin mengungkapkan bahwa sepinya pembeli menjelang tahun baru 2018 ini mungkin dipengaruhi oleh cuaca dan hujan yang setiap hari melanda wilayah lombok tengah sehingga pembeli tidak sempat untuk membeli terompetnya.

selain itu puluhan terompet dengan berbagai motif yang dibuat sahrin dijual dengan 10 ribu sampai dengan 25 ribu per terompet tergantung motif dan kesulitan pembuatannya.(aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here