Jelang pemilihan kepala daerah Kabupaten Lombok Barat ,hasil realese SMRC sekitar 40% masyarakat  Lombok Barat belum mengetahui akan adanya pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

 

Pemahaman dan tingkat pengetahuan masyarakat  akan adanya pelaksanaan Pilkada serentak 2018 berdasarkan hasil survei SMRC baru mencapai 80% di tingkat Nasional, sementara di sejumlah daerah yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pilkada serentak 2018 mendatang pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan adanya pelaksanaan Pilkada masih cukup minim.

Di Kabupaten Lombok Barat sendiri, menurut Djayadi Hanan Direktur Eksekutif SMRC tingkat ketahuan dan pemahaman masyarakat Lombok Barat terkait akan dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Lombok barat baru menembus persentase sekitar 60% sehingga sisa 40 persenan masyarakat belum mengetahui adanya pilkada di Kab Lombok barat tahun 2018 mendatang.

Ketidak tahuan masyarakat Lombok Barat tersebut  di sebabkan beberapa indikator ungkap Djayadi, yakni kurangnya sosialisasi dari KPU, sosialisasi dari kandidat yang dianggap belum ada pergerakan serta  peran Media massa dalam menyebar luaskan informasi terkait pilkada yang dianggap masih cukup minim informasi.

” Jadi pada januari lalu kita melakukan survei, ada 37% masyarkat pemilih di Lobar yang sudah tau akan ada pilkada di lobar, dan agustus kita survei lagi ada peningkatan 60% ada peningkatan 23 % dalam artian pada agustus ada 40% masyarakat yang belum tau pilkada ungkap djayadi”.

 

Lebih lanjut Djayadi hanan mengakui jika ketidak tahuan masyarakat lombok barat akan adanya penyeleggaraan Pilkada pada 2018 mendatang merata baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Sehingga perlu adanya langkah aktif yang di lakukan oleh penyelenggara pemilu untuk melaksanakan sosialisasi kedepannya.(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here