Setelah diluncurkan secara resmi pada akhir bulan lalu, hingga saat ini Smart City yang digadang-gadang dapat menampung laporan dari masyarakat demi kemajuan Kota Mataram masih sepi laporan.

 

Setelah diluncurkan secara resmi pada akhir bulan lalu, atau tepatnya saat Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke 24 pada 31 Agustus lalu, hingga saat ini Smart City yang digadang-gadang dapat menampung laporan dari masyarakat demi kemajuan Kota Mataram masih sepi laporan.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram Lalu Junaidi, hal tersebut dapat disebabkan sejumlah hal seperti kondisi masyarakat Kota Mataram yang belum sepenuhnya melek tekhnologi, tidak adanya masalah penting di lapangan, dan cepatnya penanganan masalah oleh SKPD terkait.

“ini kemungkinan disebabkan sejumlah hal, seperti kondisi masyarakat kita, kan tidak semuanya melek tekhnologi, atau juga kemungkinan karena memang tidak ada masalah di lapangan, kemungkinan juga penanganan masalahnya cepat jadi tidak sampai berhari-hari.”

Lebih lanjut, Junaidi berharap keberadaan Smart City dapat dimanfaatkan dengan baik seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat terkait pelayanan publik. Dimana Smart City dikembangkan untuk dapat menampung aduan dari masyarakat, baik itu  terkait, persampahan, bencana banjir, drainase, kemacetan, dan peredaran obat dan makanan.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here