Setelah melalui proses yang panjang akhirnya anggaran yang diperuntukkan untuk guru dan pegawai honorer SMA/SMK yang akan diseleksi Pemprov NTB dipastikan masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2018. sehingga Pemprov memastikan segera dilakukan seleksi guru dan pegawai honorer jenjang SMA/SMK.

 

Sekertaris Derah NTB H Rosiady H. Sayuti menjelaskan anggara sebesar 60 miliar yang telah di ajukan kepada dewan tersebut telah di setujui.

“Sudah ada anggaran Rp 60 miliar yang disetujui dewan, sesuai dengan arahan saya. Karena itu kebutuhan minimal yang kita perlukan untuk kelanjutan kawan-kawan guru honorer yang bertugas di sekolah-sekolah,” ujar nya

Sehingga Dengan adanya anggaran tersebut  diakui Rosiady, seleksi atau yang disebutnya verifikasi guru dan pegawai honorer bisa segera dilakukan.

“Bukan seleksi, kan sudah ada guru-gurunya, bahasa saya itu verifikasi. Kalau bilang seleksi nanti banyak yang mau daftar,” sahutnya.

Dimana juga sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Suruji sempat menyatakan harapan agar besaran anggaran yang diusulkan tersebut tidak dikurangi. Sebab, pengurangan anggaran bisa berakibat gaji honorer yang telah diseleksi tidak bisa dibayarkan.. adapun Jumlah honorer yang akan diseleksi Pemprov NTB berjumlah 5.200 orang, yakni terdiri dari honorer SMA/SMK dan SLB. Seleksi honorer ini juga dijadwalkan pada awal November, namun tak kunjung dilaksanakan karena terkendala anggaran.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here