Sampel cairan rokok elektrik yang disinyalir memiliki efek seperti narkoba kini telah dikirim tim reaksi cepat Dinas Kesehatan Lombok tengah ke BPOM Provinsi NTB. sebelumnya diketahui cairan rokok elektrik tersebut menyebabkan 15 siswa sekolah dasar  dilarikan ke Puskesmas karna mengalami pusing

 

Kasus teler belasan siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Batukliang Lombok Tengah akaibat cairan rokok elektrik , akhirnya kini telah ditangani tim reaksi cepat dari Dinas kesehatan kabupaten lombok tengah.

Tim reaksi cepat telah mengirim sampel cairan rokok elektrik yang disinyalir memiliki efek seperti narkoba tersebut ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan BPOM provinsi NTB untuk mengetahui kandungan yang terdapat pada cairan rokok elektrik tersebut.

Pihaknya tinggal menunggu hasil dari uji laboratorium yang dilakukan BPOM dan Dinas Kesehatan Provinsi  NTB. Hal tersebut di ungkapkan Edi selaku  tim reaksi cepat Dinas Kesehatan Lombok tengah.

Adapun hasil investigasi Dikes Loteng,menurut Edi jika dilihat dari kemasan cairan rokok elektrik tersebut yang sebelumnya dihisap anak-anak tersebut sudah bagus dan standar, dikemasan tersebut juga sudah ada peringatan bahwa cairan tersebut hanya untuk diatas 18 tahun. Dirinya menyayangkan cairan rokok elektrik tersebut bisa sampai ketangan anak anak masih sekolah dasar yang seharusnya tidak mengkonsumsi barang tersebut.

“Kita tunggu hasil dari BPOM kurang lebih sampai seminggu, tapi jika dilihat dari kemasan liquid tersebut sudah bagus dan disana juga sudah ada logo untuk 18 tahun ke atas dan logo tengkorak yang jika diartikan bahan tersebut keras”

Lebih lanjut Edi menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah melakukan penyuluhan terhadap sekolah-sekolah maupun kepada para orang tua agar anak-anak, terutama yang masih duduk di bangku sekolah dasar  agar selalu di awasi, sehingga hal-hal yang tidak di inginkan seperti kasus kemarin  tidak terulang kembali.(aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here