Bencana kekeringan di wilayah nusa tenggara barat (NTB) terus berlajut bahkan hampir seluruh wilayah ntb terdampak kekeringan dan hanya di kota mataram yang tercatat tidak mengalami krisis air bersih, oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut pemerintah provinsi ntb (pemrpov ntb) akan mengajukan dana sebesar 40  miliar kepada pemerintah pusat melalui badan nasional penanggulangan bencana daerah (BPBD).

 

Pengajuan anggaran tersbut selain untuk memenuhi kebutuhan air pada masyarakat  dalam jangka pendek melalui proses droping juga sebagai  kebijakan penanggulangan bencana kekeringan dalam jangka panjang termasuk pengajuan permintaan tandon air perpipaan  kepada kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR),

Dalam hal ini Wakil gubernur NTB, Muhammad amin menjelaskan, kebijakan tersebut pun sudah disetujui oleh presiden republik Indonesia Joko widodo pasca rapat bersama dengan kepala pemerintah daerah dari  masing masing Provinsi di Indonesia beberapa waktu lalu sehingga Presiden pun meminta agar kebijakan tersebut segera ditindak lanjuti..

” Anggaran yang kita butuhkan untuk menanggulangi bencana kekeringan di NTB itu ya mencapai 40 miliar dan itu kita sampaikan langsung kepada Bapak Presiden saat acara rapat terbatas yang membahas terkait masalah kekeringan beberapa waktu lalu  di istana Negara”

Mengingat masalah kekeringan bukan saja berbicara soal dampak yang ditimbulkan terhadap tanaman pertanian namun juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat karena bagaimanapun juga air merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat di bumi .(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here