Kepolisian Resor Lombok Utara bersama PT. Swadharma Sarana informatika (SSI) mataram 1   berhasil menangkap dua pelaku pembobol ATM dengan modus jebakan kartu (card traping) di sebuah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kabupaten Lombok Utara.
Kedua pelaku berinisial HN (26) dan FN (24) asal Sumatera Selatan ini tertangkap tangan oleh petugas gabungan saat melakukan pembobolan ATM Bank BNI yang berada di Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Dimana Keduanya diamankan petugas PT Swadarma Sarana Informatika (SSI) Mataram bersama aparat Kepolisian yang dipimpin langsung oleh kapolres Lotara AKBP Rifai yang saat itu sedang melakukan patroli. Kedua pelaku ini diamankan pada Sabtu (28/10) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kedua pelaku ini  berhasil menggondol uang dari lima nasabah Bank BNI sebanyak Rp 145,6 juta yang ada di beberapa ATM di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan Aksi keduanya berpindah-pindah dari satu ATM ke atm lainnya

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Matria mengatakan, dalam menjalankan aksinya kedua pelaku memasang stiker call center palsu dan memasang mika kecil (Card Traiping) di lubang ATM Bank BNI.

” Setelah memasang, keduanya pergi menuju hotel sambil menunggu telepon dari nasabah yang kartu ATMnya tersangkut,” katanya, Senin (30/10).

Sehingga Setelah mendapatkan telepon dari nasabah dan meminta nomor rekening dan PIN ATM korban yang memang sengaja diminta untuk membantu proses pengeluaran kartu ATM, para pelaku kemudian membongkar box ATM menggunakan alat pahat sehingga mesin terbuka dan kartu ATM pun bisa terambil.

“…Jadi pada saat kartu ATM tenggelam, otomatis konsumen menelepon call center (palsu) ini, setelah ditelepon ada yang menerima nanti suara yang jawab telpon itu suara perempuan” tambahnya….”

Dalam kasus ini perempuan yg menjawab diujung telpon akan meminta nomor rekening bank sekaligus dengan pin atm dimana bagi para nasabah yg langsung panik dan memberikan pin atm nya dengan percuma berarti sudah masuk dalam jebakan si pelaku. Dan setelah mndapatkan nomor pin korban si pelaku kembali ke atm bni dan membongkar box
ATM menggunakan alat pahat sehingga mesin terbuka dan kartu ATM bisa diambil

Adapun Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua pelaku diantaranya uang tunai Rp sebesar 4.675.000, 11 stiker call center (palsu) BNI, BRI, dan Bank Mandiri. Disamping itu diamankan pula 11 kartu ATM, dan beberapa barang bukti lainnya serta sejumlah peralatan yang digunakan untuk menjalankan aksinya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) dan  Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman enam tahun dan atau Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here