Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Bayu Pancapati mendesak kepada PPNS dan Kepolisian untuk segera menindak dan menjerat  para pedagang minuman traditional tuak yang masih membandel sesuai ketentuan hukum.

 

Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Mataram, Bayu Pancapati mendesak kepada PPNS dan Kepolisian untuk segera menindak dan menjerat  para pedagang tuak yang masih membandel sesuai ketentuan hukum, pasalnya setelah diberi bantuan dana alih profesi pada awal tahun lalu, sejumlah pedagang masih saja menjajakan minuman traditional tuaknya secara terang-terangan .

Menurutnya , dana bantuan alih profesi yang telah digelontorkan Pemkot hingga ratusan juta  rupiah tersebut cenderung disalahgunakan untuk memperbesar usaha oleh para pedagang tuak, untuk itu dirinya menilai perlu adanya sanksi hukum sebagai tindak lanjut atas penertiban yang selama ini telah dilakukan Satpol PP untuk memberi efek jera.

“udah terima bantuan, bantuannya malah digunakan untuk memperluas usaha tuak ini, ini yang tidak betul, harus diberikan sanksi mereka, tidak perlu dikasi teguran, tidak perlu dikasi peringatan lisan, harus  tindakan hukum langsung karena sudah tau dirinya salah tapi terkesan menantang pemerintah sehingga harus ditindak tegas ungkap bayu”

Sementara itu, pada awal tahun lalu Pemerintah Kota Mataram telah mengucurkan dana senilai 300 juta rupiah sebagai dana bantuan alih profesi kepada sekitar 185 orang pedagang tuak, besaran bantuan pun bervariasi dari 3,4 juta hingga 4,5 juta rupiah sesuai besaran kelompok usaha masing-masing, dengan harapan para pedagang tuak dapat segera beralih profesi, namun sayangnya hingga bulan September ini, sejumlah pedagang tuak dapat ditemukan dengan mudah, yang bahkan dengan terang-terangan menjajakan dagangannya di pinggir jalan.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here