Gerung – SSB Mectron Biru U-10 tampil sebagai juara pada ajang Trofeo Road to Hobicon 2026 setelah sukses mengamankan poin tertinggi dari seluruh laga yang dijalani. Dalam format kompetisi yang mempertemukan semua tim (round robin), setiap pertandingan dimainkan dengan durasi 1 x 20 menit.
Sejak awal turnamen, Mectron Biru U-10 menunjukkan performa konsisten. Pada laga pembuka, mereka harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Phonix FA dengan skor kacamata 0-0. Secara penguasaan bola, Mectron tampil dominan dan mampu mengontrol jalannya pertandingan. Namun, sejumlah peluang belum mampu dikonversi menjadi gol.

Hanya meraih satu poin di laga awal tak menyurutkan semangat skuad muda tersebut. Pada pertandingan kedua, Mectron Biru U-10 tampil lebih agresif dan sukses mengalahkan Mectron Kuning U-10 dengan skor meyakinkan 4-1.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Mectron Kuning U-10 merupakan “adik-adik” mereka sendiri, satu embrio pembinaan dari pelatih yang sama di bawah naungan SSB Mectron 2000. Mayoritas pemain Mectron Kuning masih berusia sekitar 9 tahun dan diproyeksikan menjadi penerus generasi U-10 untuk bersaing di berbagai event mendatang.
Pada laga penentuan, Mectron Biru U-10 menghadapi Balga United, salah satu tim kuat di wilayah Gerung. Pertandingan ini bahkan kerap disebut sebagai derby SSB Kota Gerung, mengingat kedua tim sering saling mengalahkan di berbagai event.

Mectron Biru datang dengan misi wajib menang demi mengunci gelar juara. Bermain disiplin dan efektif, mereka akhirnya memastikan kemenangan 2-0 atas Balga United. Hasil tersebut membuat Mectron Biru U-10 mengoleksi total 7 poin dan keluar sebagai juara berkat keunggulan selisih gol atas Phonix FA.
Ketua SSB Mectron, Mariadi, mengungkapkan bahwa sejak awal pihaknya memang menargetkan gelar juara untuk kategori U-10 Biru pada event mini trofeo Road to Hobicon 2026.
“Memang sejak awal kami menargetkan juara untuk Mectron U-10 Biru ini. Selain itu, sebenarnya kami juga menargetkan U-12 Biru, tapi keberuntungan kali ini masih jatuh ke kategori U-10,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara permainan timnya sudah cukup dominan dalam penguasaan bola. Namun, menurutnya masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi.
“Kalau dari penguasaan bola kita menguasai. Tapi kembali lagi, namanya permainan kadang bisa berubah di lapangan. PR ke depan bagaimana Mectron di semua kategori umur bisa memiliki striker yang haus gol dan punya insting gol tinggi. Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama,” tegasnya.
Pada kategori U-10, SSB Mectron memang mengirimkan dua tim, yakni Mectron Biru dan Mectron Kuning. Mariadi juga memberikan apresiasi khusus kepada skuad Mectron Kuning U-10 yang mayoritas usianya lebih muda dibanding peserta lain.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian anak-anak, khususnya Mectron U-10 Kuning. Mereka berani tampil maksimal melawan tim yang usianya di atas mereka. Ada progres yang terlihat. Anak-anak berani pressing, berani menekan lawan, dan percaya diri membawa bola meskipun usia mereka lebih muda,” tambahnya.
Tak berhenti sampai di sini, setelah event trofeo ini, SSB Mectron 2000 akan langsung mengirimkan skuadnya ke ajang internasional Bali 7s yang digelar di Gianyar. Pada turnamen bergengsi tersebut, Mectron Biru dan Mectron Kuning U-10 dipastikan ambil bagian bersama ratusan tim peserta dari dalam dan luar negeri.
Mariadi menyatakan optimismenya menghadapi event berskala internasional tersebut.
“Kami optimis Mectron bisa berbuat lebih di event Bali7 nanti. Ini pengalaman besar untuk anak-anak karena akan bertemu tim-tim dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Semoga ini jadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil lebih percaya diri dan berkembang,” pungkasnya.
Dengan modal gelar juara Trofeo Road to Hobicon 2026, Mectron Biru U-10 kini bersiap membawa semangat juara menuju panggung internasional.



