Sebanyak lima warga Bima, Nusa Tenggara Barat teridentifikasi “suspect” difteri.
dari lima orang yang terindikasi “suspect” difteri tersebut belum diketahui hasilnya, apakah positif atau negatif difteri karena masih menunggu uji laboratorium.
Pelaksana Tugas (PLt) Kepala Dinas Kesehatan NTB Marjito di Mataram mengatakan, dari lima orang yang terindikasi “susfect” difteri belum diketahui hasilnya apakah positif atau negatif difteri karena masih menunggu uji laboratorium. Sedangkan, satu warga yang masih dirawat belum diperbolehkan pulang hingga benar-benar pulih dari penyakitnya.
“…Sampai hari ini ada lima orang yang dilaporkan susfect difteri di Bima, namun dari lima itu, empat orang sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, karena sudah sehat dan satu lagi masih dalam perawatan..”
Untuk rata-rata usia dari lima orang yang terindikasi menderita susfect difteri ini, menurutnya, sangat beragam mulai usia lima tahun, delapan tahun, 13 tahun dan 30 tahun. Ia menjelaskan, kejadian susfect difteri ini baru pertamakali terjadi di NTB, sebelumnya belum pernah terjadi. Oleh Karena itu, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit tersebut. Sebab, penyakit yang diakibatkan bakteri Corynebacterium Diphtheriae ini terbilang mematikan dan bisa menular dengan cepat.

“…Penyakit ini sangat menular, bisa melalui udara dan kontak langsung dengan penderita…” jelas Marjito.

Adapun  gejala awal yang dirasakan pasien difteri, ujar Marjito berupa demam disertai batuk dan pilek. Diikuti pembengkakan pada leher, susah menelan dan sesak napas. Sebagai ciri utamanya yaitu terlihat membran berwarna putih keabuan di tenggorokan penderita.

sementara untuk mencegah penyakit ini mereka di NTB, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran kepada pemerintah kabupaten/kota melalui Dinas Kesehatan, Puskemas dan Rumah Sakit untuk melakukan pemantauan dan pemutusan mata rantai dari virus pembawa difteri tersebut. Termasuk, pihaknya juga telah menginformasikan kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here