Kejadian di kendari terkait adanya  korban setelah mengkonsumsi  produk tablet  yang mencantumkan tulisan pcc, paracetamol, cafein, carisoprodol, yang di duga masuk dalam daftar obat G sprit tramadol dan sejenisnya sampai saat ini belum ada ditemukan di wilayah nusa tenggara barat, NTB. Hal tersebut diungkapkan oleh kasubdit II ditresnarkoba polda NTB, AKBP I komang satra.

 

Jika beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia digemparkan oleh narkoba flakka yang bisa membuat si pengguna menjadi  seperti zombie,   kini masyarakat indonesia di hebohkan dengan produk tablet berbentuk paracetamol, cafein dan carisoprodol atau yang biasa di singkat PCC atau obat mumbul.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, puluhan remaja di kota kendari dilarikan ke rumah sakit jiwa (RSJ) kota kendari dengan keluhan yang sama yakni tidak sadarkan diri dan berhalusinasi akibat mengkonsumsi obat pcc tersebut,  Meski demikian tablet pcc yang juga masuk dalam daftar golongan obat G sprit tramadol namun lebih banyak diminati oleh kalangan remaja tersebut diketahui hingga saat ini belum mausk di NTB,  pasalnya hingga saat ini tidak ada satupun korban yang ditemukan, hal ini juga ditegaskan oleh kasubdit II ditresnarkoba polda NTB, AKBP I komang satra.

“tablet pcc ya memang sekarang ini sedang marak maraknya namun kami sudah bentuk dua tim penyelidikan dan sampai saat ini belum ada informasi yang kita terima”

ia juga menjelaskan guna antisipasi masuknya peredaran obat tablet yang mencantumkan tulisan pcc atau mumbul tersebut masuk di wilayah NTB pihaknya telah membentuk dua tim untuk tim penyelidikan namun hinggai saat ini belum ada informasi terkait korban yang diterima.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here