Hallo para Bunda , hari ini saya akan mengulas habis tentang BAKAT ANAK yang mungkin belum sepenuhnya Bunda ketahui , setiap anak memiliki Bakat yang Berbeda- beda dan tidak sama , bahkan ada Bunda yang mungkin belum mengetahui letak Bakat anaknya sendiri karena belum terlihat bakatnya , nah penasaran seperti apa ??? yuk, mari disimak … !!!

 

Anak balita perlu diberi keleluasaan untuk melakukan beragam aktivitas agar bisa memetik manfaat dari masing-masing kegiatan dan menemukan bakatnya.

Karena itu, ada baiknya Bunda dan Ayah tidak menyuruh anak melakukan aktivitas yang itu-itu saja.

Kenalkanlah si kecil sejumlah aktivitas baru, tapi jangan paksa ia untuk mencoba semua kegiatan itu dalam sekali waktu.

Kuncinya adalah terus mendorong anak untuk mengeksplorasi tanpa membebani.Dua aktivitas teratur dalam satu waktu adalah hal yang banyak bagi anak yang masih muda.

Mengeksplorasi seni, drama, musik, prakarya, atau olahraga akan membantunya mempelajari hal baru sekaligus bersenang-senang.

Saat harus memilih aktivitas guna mengetahui bakat anak, Bunda sebaiknya mengamati terlebih dulu apa yang tampaknya secara alami menarik minatnya dan terus ia cari lewat kelas, pengalaman, atau pun buku.

Misalnya, jika si kecil senang menggambar, Bunda bisa mendaftarkan ia di sanggar lukis, memberinya seperangkat cat air, atau mengajaknya ke museum seni.

Museum seni seringnya menawarkan kegiatan yang dirancang untuk melatih keterampilan tangan anak-anak yang masih muda.

Dalam memperkenalkan aktivitas baru guna mengetahui bakat anak, lakukan pendekatan secara perlahan.

Jika si kecil memutuskan bahwa sepakbola tidaklah menyenangkan baginya dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda, ajaklah ia bicara.

Jika dia terus menolak, biarkan ia untuk tidak melanjutkan aktivitas itu dan melakukan hal yang lain—dengan begitu si kecil akan terus merasa senang dalam mencoba dan mempelajari hal baru.

Selain itu pastikan anak bunda memiliki banyak waktu bermain untuk bersenang-senang bersama teman dan keluarga, bermimpi, bermain peran, dan menjadi anak-anak.

Permainan bebas tak berstruktur sangatlah penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, berperilaku, dan sosialnya.

 

Ingin Tahu Bakat Anak? Ini Cara Menggalinya Sejak Usia Dini

Mengenali minat dan bakat anak sejak usia dini sudah menjadi tugas orangtua. Bukankah akan membanggakan melihat si kecil melakukan hal yang ia sukai dan menjadi bakatnya seperti menyanyi, menggambar, atau mungkin memasak? Setelah mengetahui minat dan bakat anak, orangtua perlu mendorongnya untuk mengembangkan bakat tersebut.

Untuk menggali dan mengembangkan minat dan bakat anak, Bunda dan Ayah perlu terlibat secara langsung. Ketersediaan waktu menjadi salah satu kunci sukses mengembangkan minat dan bakat anak. Orangtua beserta anak harus secara bersama-sama mengeksplorasi apa yang dimiliki anak. Namun, hal ini kadang jadi penghalang mengingat Bunda dan Ayah sibuk bekerja sehingga tak punya banyak waktu berinteraksi dengan anak.

Ayah dan Bunda  juga harus menyediakan tenaga dan waktu khusus saat mendampingi anak mengembangkan bakatnya. Bantu anak mengenali berbagai minat dan bakat anak. Biasanya, bakat yang dimiliki anak tak jauh dari yang dimiliki orangtua, tetapi kadang-kadang anak juga memiliki bakat lain yang berbeda dari orangtuanya. Ayah dan bunda bisa sekaligus menjadi pelatih anak, misalnya, mengajarkan anak cara menggambar. Selain itu, mendorong rasa percaya diri anak mengenai minat dan bakat yang ia punya.

Yang perlu diingat, Ayah dan Bunda  tak perlu membandingkan si kecil dengan anak lain. “Seringkali orangtua merasa kesal atau marah karena anak tidak seperti anak lain yang dengan mudah menemukan bakatnya. Setiap anak punya perlakuan dan pola asuh yang berbeda. Bunda  juga tak perlu marah ketika anak merasa bosan atau malas mengasah minat dan bakatnya. Cobalah untuk memberikan dukungan positif padanya karena bisa jadi ia memang hanya butuh dukungan.

Mengasah minat dan bakat anak tak hanya membuatnya belajar mengenali diri sendiri. Anak yang terbiasa melatih minat dan bakatnya akan dengan mudah menerima ilmu baru di sekolah sehingga juga akan berpengaruh terhadap kemampuan akademiknya., mengasah bakat anak dengan tepat dan tanpa paksaan juga akan membuat anak memiliki kemampuan sosial yang baik.

5 Tanda Anak Punya Bakat

Apakah anak Bunda  berbakat? Istilah “berbakat” memiliki arti yang berbeda. Beberapa sekolah dan organisasi menggunakannya secara ketat untuk menunjuk orang dengan kecerdasan di atas rata-rata.

individu berbakat adalah mereka yang menunjukkan tingkat yang luar biasa dari bakat (didefinisikan sebagai kemampuan luar biasa untuk berpikir dan belajar) atau kompetensi (kinerja atau prestasi di atas 10 persen atau lebih jarang) dalam satu atau lebih domain. Domain meliputi area terstruktur dari aktivitas misalnya, matematika, musik, bahasa dan mengatur keterampilan sensorimotor, misalnya, lukisan, tari, olah raga.”

Jika Bunda  bertanya-tanya apakah anak berbakat atau tidak, ada 5 tanda-tanda yang mungkin bisa kita kenali, seperti:

Jika Bunda  penasaran untuk mengetahui apakah anak Bunda  berbakat atau tidak, ada 5 tanda-tanda yang bisa kita kenali, seperti:

  1. Ketika Anak Bertingkah di Kelas

Perilaku yang mengganggu anak di kelas mungkin menjadi tanda bahwa ia berbakat. “Banyak anak berbakat merasa tugas rutin di sekolah dasar itu membosankan, sehingga mereka akan bertindak keluar, berbicara dengan teman-teman dan melakukan hal-hal lain yang merangsang pikiran mereka supaya lebih baik daripada pelajaran berhitung

  1. Nilai Rendah

anak yang berbakat bukan dia yang biasa memiliki nilai tinggi di sekolah, tetapi justru anak yang sering mendapat nilai rendah. “Seorang anak berbakat mungkin unggul di satu sisi tetapi berjuang di lain hal karena mereka berbakat dalam satu bidang. Seorang anak berbakat hiperfokus pada satu hal karena mereka mudah menyerap dan mampu di bidang ini.”
“Anak-anak berbakat membutuhkan pendidikan khusus sebagai kebutuhan khusus anak-anak. Setidaknya harus ada komponen dalam kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka jika seluruh kurikulum tidak ditujukan ke arah bakat mereka.”

  1. Kemarahan

Perkembangan mental dan fisik yang tidak merata dan berbeda dapat menyebabkan anak menjadi frustrasi, yang dapat memicu amarah pada anak-anak yang memiliki bakat. “Anak-anak berbakat cenderung berpikir lebih cepat dari tubuh kecilnya. “Meskipun mereka dapat memecahkan masalah dalam pikirannya, mereka tidak dapat menerapkan solusi secara fisik, sebagai contoh ketika anak mengerjakan tugas matematika.

Meskipun anak dapat menghitung jawaban di kepalanya dengan begitu cepat, keterampilan motorik halusnya kurang berkembang. Anak bisa frustrasi ketika ia tidak bisa menulis jawaban secepat ketika ia dapat memecahkan masalah.

  1. Tak Banyak Teman

Anak-anak berbakat berhubungan lebih baik dengan orang dewasa dan anak-anak yang berusia lebih tua darinya. “Ini bisa mengakibatkan mereka terisolasi dan berpotensi diganggu di kelas mereka..

“Anak-anak berbakat sering merasa frustrasi ketika anak-anak seusianya tidak mampu berimajinasi. Ia juga berpikir kritis lebih baik dari yang lain. Karena anak-anak berbakat sering dilihat sebagai ’orang dewasa versi mini,’ guru dan orang tua dapat bereaksi berlebihan dalam perilaku sesuai dengan usianya, seperti kontrol impuls yang rendah pada anak-anak berbakat.”

  1. Depresi Atau Sering Cemas

Beberapa anak berbakat mungkin menunjukkan tanda-tanda depresi atau kecemasan karena kepekaan emosi mereka yang tinggi serta perasaan dan reaksi yang intens dan dalam, yang mungkin dirasa sulit untuk dikatakan atau bahkan dipahami.

“Seorang anak berbakat mungkin secara emosional bergulat dengan kecemasan karena kapasitas intelektual mereka melampaui kapasitas perkembangan psikologisnya untuk mengelola konten yang dapat mereka pahami.

“Anak-anak berbakat cenderung menerima kritik secara lebih personal daripada teman-teman sebaya mereka.

“Selain itu, mereka cenderung menginternalisasi kegagalan lebih dalam daripada teman-temannya dan ini dapat menyebabkan anak-anak berbakat takut gagal. Rasa takut gagal ini cukup kuat untuk mencegah mereka mencoba tugas-tugas baru yang belum pernah mereka lakukan, seperti berlatih dalam tim olah raga atau melakukan pekerjaan rumah baru.

 

Setiap Anak Memiliki Bakat yang Beragam, Begini Melihat Bakat Dan Membimbing Potensi Anak

 

Setiap anak memiliki bakat yang begitu beragam. Banyak juga yang menganggap bahwa bakat beberapa anak justru sangat berkenaan dengan potensi yang memang dimiliki oleh orang tuanya. Dengan begitu banyak macam bakat atau hal-hal yang berkaitan akan potensi, maka tidak jarang pula yang memberikan pengertian bahwa bakat bisa diolah atau diasah.

Memang benar adanya, banyak yang menjadi bakat namun belum sampai tereksplorkan dengan baik, namun juga tidak jarang mengenai potensi yang begitu beragam, akan tetapi menjadi hal yang mampu berkembang karena asahan yang dilakukan.

Dengan banyaknya komentar atau pengertian mengenai hal tersebut, maka terdapat pula anggapan mengenai pentingnya melihat bakat serta cara membimbing anak pada potensi yang memang dimilikinya, berikut merupakan pembahasannya,

PEKA TERHADAP ANAK

Banyak orang tua yang bisa dibilang “kecolongan” karena telah kehilangan perkembangan anak yang memang sangat baik untuk mengolah daya bakat yang dimilikinya dari usia 3-14 tahun. Itulah yang sering menjadi penyebab adanya kesenjangan atau arah yang tertinggal, yang artinya orang tua telah terlalu lama tanggap akan potensi anak. Karena itulah yang nantinya membuat anak kurang mampu mengeksplor diri, hingga terkadang anak mengerti mengenai potensi dan bakat dirinya justru pada usia diatas 20 tahun. Sedangkan pada masa perkembangannya, ia belum mengetahui dan tidak terdapat dukungan dari orang tua untuk mengembangkan potensi tersebut.

DORONGAN DAN ARAHAN

Anak akan memiliki rasa percaya diri tinggi apabila ia mengerti tentang olahan daya pikir serta keikutsertaan dari orang tuanya untuk selalu memberi semangat, sehingga orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan memiliki anggapan serupa untuk terus mendorong anak dalam meraih sebuah prestasi dan mengasah bakat hingga menjadi hal yang ia kehendaki. Karena pada dasarnya, potensi seorang anak adalah hal yang sangat penting untuk diketahui orang tuanya, namun juga harus terdakat arahan untuk membuat potensi yang dimiliki oleh anak mampu berkembang dengan kesesuaian yang tepat sekaligus terarah.

PENGEMBANGAN POTENSI

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pengembangan potensi tersebut. Dengan banyak sekali macam potensi akan membuat orang tua mengetahui arahan mana yang dapat membuat anak semakin banyak mengolah rasa dan karsa yang ia miliki menjadi sesuatu yang nantinya mampu berarti dalam hidupnya. Karena bakat seorang anak menjadi salah satu citra khusus yang dimiliki oleh seorang anak, sehingga terdapat rasa ingin mengembangkan, melakukan yang terbaik, hingga mengeksplorkan bakat yang ia miliki tersebut.

Misalnya saja tentang potensi atau bakat menyanyi seorang anak, tidak aka nada salahnya jika orang tua mengetahui dan membimbing anak agar dapat mengaplikasikan tingkat bakat menyanyinya semakin berkembang, dengan les dan meningkatkan kemampuan percaya akan dirinya sendiri mampu membuat anak semakin melebarkan sayapnya, terlebih lagi apabila terdapat kesempatan-kesempatan emas tertentu yang mampu membuatnya semakin percaya diri, mengembangkan bakat, hingga mencapai prestasi diri.

BAKAT BUKAN PENGHAPUS TANGGUNG JAWAB

Pengertian satu ini juga menjadi sebuah arahan dari orang tua pada anaknya. Menjadikan bakat berupa upaya pengembangan diri anak, bukan menghapuskan tanggung jawa tertentu yang memang seharusnya dilaksanakan oleh anak dengan baik. Misalnya saja dengan membiarkan anak yang memiliki bakat menari untuk meninggalkan pendidikan formalnya begitu saja diatas bakat atau secara potensial yang ingin anak kembangkan. Inilah PR yang harus diaksanakan orang tua, sehingga anak mampu memberikan keseimbangan antara eksplorasi bakat dengan kewajiban mutlak. Dengan demikian, anak akan mampu mengembangkan bakat, tetapi juga tidak melupakan begitu saja mengenai kewajibannya.

PENGERTIAN YANG SESUAI PENGEMBANGAN

Dalam berkembangnya anak, tentu memiliki tingkat pengertian hingga potensi yang berbeda. Maka dari itulah, orang tua tidak dapat menyamaratakan, atau memukul rata nilai-nilai aspek pengembangan bakat dengan usia anak. Karena berbeda tingkat usia, juga berbeda pula pengertian hingga himbauan bagi mereka. Jadi, anak harus tetap dibimbing untuk mengembangkan bakatnya, namun juga sesuai akan usia yang ia miliki saat itu.

Maka dari itulah, snagat penting mengenai pengembangan bakat anak, karena itu salah salah satu tanggung jawab dan kewajiban orang tua, selain hal tersebut juga menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya adalah keselarasan anak untuk mengembangkan diri sekaligus tetap melaksanakan kewajiban. Jadi, saling melaksanakan kewajiban dan menyeimbangkan hak adalah kata kunci yang tepat antara orang tua dan anak dalam pengembangan potensi anak.

Nah , sekarang sudah tahu kan Bun ??? semoga saja Informasi dari saya bisa bermanfaat ya untuk para Orang Tua , lakukan yang terbaik untuk anak , mari bantu anak, agar anak tahu Bakatnya dimana, dan agar anak tidak salah dalam menentukan Bakatnya sendiri.(Rina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here