MATARAM, NTB โ Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pengawasan di seluruh pintu masuk dan keluar resmi di wilayah NTB berjalan ekstra ketat. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan distribusi komoditas hayati menjelang puncak arus mudik Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H.
Kepala Balai Karantina NTB, Drh. Ina Soelistiyani, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan personel untuk memberikan pelayanan dan pengawasan selama 24 jam nonstop. Fokus utama pengawasan berada di titik-titik krusial seperti Pelabuhan Lembar, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), serta jalur logistik melalui Kantor Pos.
Pemeriksaan Berlapis dan Uji Lab

Menghadapi tingginya lalu lintas pengiriman hewan dan tumbuhan dari Lombok ke Bali maupun sebaliknya, Balai Karantina menerapkan prosedur pemeriksaan yang sangat ketat sebagai upaya preventif.
“Pada puncak arus mudik, kami memperketat pengawasan lalu lintas komoditas melalui pemeriksaan administratif, pemeriksaan kesehatan fisik, hingga uji laboratorium dan disinfeksi sarana angkut,” ujar Drh. Ina Soelistiyani saat memberikan keterangan pers.
Upaya ini dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah masuk dan tersebarnya:
- HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina)
- HPIK (Hama Penyakit Ikan Karantina)
- OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina)
“Hal ini demi menjaga keamanan dan kelestarian sumber daya hayati, tidak hanya di wilayah NTB, tetapi juga di daerah tujuan seperti Bali dan Pulau Jawa,” tambahnya.
Persiapan Matang Jelang Iduladha 2026

Selain fokus pada arus mudik, Balai Karantina NTB juga mulai memetakan kesiapan distribusi ternak sapi kurban untuk Hari Raya Iduladha yang akan datang. Koordinasi intensif terus dijalankan bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).
Pihak Karantina telah berkoordinasi dengan Kemenko Pangan, Kemenko Infrastruktur, Dinas Peternakan, Dinas Perhubungan, serta pihak operator pelabuhan seperti KSOP Lembar, PT Pelindo, dan PT ASDP Cabang Lembar.

“Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan alat angkut ternak kurban serta mengantisipasi kemungkinan adanya deviasi rute kapal. Kami juga memastikan kesiapan laboratorium pengujian di Sumbawa agar lalu lintas ternak kurban tahun 2026 ini berjalan lancar dan aman secara kesehatan,” pungkas Drh. Ina.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Balai Karantina juga gencar melakukan edukasi dan sosialisasi kepada asosiasi peternak sapi agar proses pengiriman hewan kurban nantinya memenuhi seluruh prosedur karantina yang berlaku.



