Guna  meningkatkan dan memberdayakan para petani gula aren di kabupaten Lombok barat, dinas perindustrian dan perdagangan disperindag kabupaten Lombok barat telah menyediakan pangsa pasar bagi  para petani dalam menyalurkan produk mereka, seperti sekolah dan instansi pemerintahan yang ada di Lombok barat diwajibkan menggunakan produk lokal.

 

Pemerintah kabupaten Lombok barat  kini tengah gencar melakukan kampanye menggunakan produk local , salah satu yang kini menjadi salah satu focus para petani gula aren di tiga kecamatan seperti di  Narmada, Lingsar dan Gunung sari, pasalnya dari data yang ada terdapat sekitar 79 petani gula aren di tiga kecamatan tersebut.

Namun disamping mengkampanyekan produk local muncul masalah baru, seperti masalah pemasaran, setelah gula aren tersebut diproduksi menjadi gula semut, petani gula aren kebingungan untuk memasarkan produk mereka.

Menjawab persolan tersebut, kepala dinas perindustrian dan perdagangan disprindag kabupaten Lombok barat menyatakan ditahun 2018 mendatang, para petani gula aren tidak lagi kebingungan dalam memasarkan produk mereka, pasalnya dalam peraturan bupati no 26 tentang pernggunaan barang dan jasa, telah mengatur hal tersebut, dimana hasil produksi local seperti gula aren yang telah diolah menjadi gula semut akan di pasarkan di semua sekolah di kabupaten Lombok barat, dimana saat ini terdapat sekitar lima ratus sekolah di Lombok barat, menurutnya jika satu sekolah mendapatkan jatah 3 kilo maka petani gula aren harus menyiapkan sekitar 1,5 ton perbulannnya.

Selain sekolah, kedepam pemerintah kabupaten Lombok barat juga akan memasarkan produk local ke masing masing instansi pemerintah di Lombok barat.(af)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here