Kepala Dinas kesehatan (Dikes) Kota mataram Usman Hadi menyebutkan jika kasus demam berdarah  hingga bulan november terjadi sebanyak 439 kasus, angka tersebut mengalami penurunan jika dibandigkan dengan jumlah kasus pada tahun sebelumnya di bulan yang sama yang mencapai 822 kasus.

Kepala Dinas kesehatan (Dikes) Kota mataram Usman Hadi menyebutkan jika kasus demam berdarah dengue (DBD) hingga bulan november terjadi sebanyak 439 kasus, angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun sebelumnya di bulan yang sama yang mencapai 822 kasus.

meski mengalami penurunan, usman mengaku jika upaya pencegahan, seperti pembagian bubuk abate, penyuluhan, hingga kegiatan foging terus diintensifkan mengingat saat ini sudah memasuki musim pancaroba yang diniali dapat memicu berkembangnya nyamuk aedes aegypti. sementara itu, di kota mataram sendiri telah dibagi menjadi enam zona denga warnya masing-masing sesuai jumlah kasus DBD yang terjadi, seperti zona putih untuk kawasan bebas kasus, hijau 1-5 kasus,kuning 6-10 kasus, orange 11-15 kasus, danmerah dengan kasus diatas 15. adapaun empat keluarah yang masuk zona merah yakni rembiga, pagesangan, pagutan barat, dan pagutan.

// “kita sudah bagi jadi enam zona sesuai jumlah kasusnya, zona putih utuk kawasan bebas kasus, hijau 1-5 kasus,kuning 6-10 kasus, orange 11-15 kasus, danmerah dengan kasus diatas 15, smentara ini yang kasus DBD tertinggi terjadi di keluarah pagutan barat dengan jumlah sekitar 20 kasus.”

Lebih lanjut Usaman menjelaskan, dari 439 kasus DBD tersebut belum ada yang menelan korban jiwa.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here