Bantuan dana alih profesi yang di lakukan oleh pemerintah pada awal tahun 2017 lalu hingga kini terkesan sia sia, akibat dari tidak adanya pembinaan secara berkelanjutan dari pemerintah.

 

Pemberian bantuan dana alih profesi pemerintah Kota Mataram ke pada para pedagang tuak sekitar 300 juta rupiah ke pada 185 pedagang tuak di Kota Mataram, yang di berikan bervariasi dari 3 hingga 4 juta rupiah perkelompok usaha, dengan harapan agar para pedagang tuak dapat segera beralih profesi untuk membuka usaha lain, namun sejak pemberian dana pada awal tahun 2017 lalu, hingga kini para pedagang tuak masih eksis menjajakan minuman tradisional tersebut, anggota DPRD NTB dapil mataram Abdul karim menilai jika cukup di sayangkan langkah pemberian dana oleh pemerintah tanpa adanya pendampingan, karena hingga kini terkesan sia sia, untuk itu dirinya berharap pemerintah Kota Mataram untuk segera melakukan pembinaan bagi para pedagang tuak tersebut agar bisa segera beralih profesi.

” Namun ada tidak pendampingan pembinaan dari pemerintah ketika memberikan bantuan itu, kalau cuma beri bantuan lepas seperti itu jangan terlalu banyak berharap namun kalau ada bimbingan pasti ada dampaknya”.

 

Sementara itu anggota DPRD Kota Mataram Husni thamrin menilai jika masih di lakukannya aktifitas penjualan tuak tersebut harus segera di lakukan ketegasan oleh pemerintah Kota Mataram, sesuai dengan visi misi kota mataram yang maju religius dan berbudaya.

(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here