Rasio peralihan lahan pertanian produktif di NTB perlu menjadi perhatian serius pemerintah NTB untuk memberikan jaminan bagi kesejahteraan para petani di tengah maraknya pembangunan dan investasi saat ini.

 

Kesejahteraan petani menjadi hal utama untuk di perjuangkan oleh pemerintah, namun cukup di sayangkan dewasa ini status petani di NTB didominasi sebagai petani penggarap dan bagi hasil mengingat rasio peralihan lahan di beberapa wilayah NTB khusunya di kota mataram cukup tinggi, dan setiap tahun lahan pertanian produktif terus berkurang.

Anggota DPRD NTB Muhammad guntur halba menilai jika rasio penguasaan lahan pertanian yang berkurang tiap tahun perlu menjadi perhatian pemerintah untuk jaminan terhadap kesejahteraan bagi para petani.

” rasio pengunaan lahan oleh masyarakat kita memang turun dratis kalau di bandingkan dengan taun lalu, rasionya di tiap tahun berkurang kalau mereka menggarap itu bukan lahan sendiri mereka sewa atau sistem bagi hasil”

Sementara itu anggota Komisi IV DPRD NTB Suharto menilai jika alih fungsi lahan yang marak akibat pembangunan dan investasi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah akibat berkurangnya lahan pertanian produktif untuk itu pemerintah di harapkan adanya langkah stretegis untuk mengganti lahan pertanian produktif tersebut.(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here