Sekitar seribuan umat muslim yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Dunia Islam (SDI) Nusa Tenggara Barat, pada Minggu 10 desember 2017, menggelar aksi penolakan terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Aksi ini berlangsung saat Car Free Day Di Udayana Mataram.
 

Umat muslim yang berasal dari puluhan ormas Islam di daerah NTB, melakukan aksi penolakan dengan melakukan “long march” sambil berorasi dari Masjid Hubbul Wathan Islamic Center menuju ke Jalan Udayana Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,. Dimana
aksi ini Digelar sebagai penolakan sikap atas Pemerintah Amerika Serikat di bawah pimpinan Presiden Donald Trump yang mengumumkan pengakuannya atas Yeruslamen sebagai ibu kota Israel, pada 6 desember lalu, dan tentu hal tersebut membawa situasi semakin panas dan membawa pada konflik dunia berkelanjutan.

Salah satu Koordinator Umum Aliansi Solidaritas Dunia Islam NTB Suhaidi mengatakan, bahwasanya, Amerika dan sekutunya, semestinya sadar bahwa memindahkan ibu kota Israel ke Yerusalem secara sepihak adalah tindakan yang tidak adil.
Oleh karena itu, Aliansi SDI NTB menyampaikan beberapa sikap menolak dan mengutuk keputusan Presiden Amerika Serikat tersebut.

“…pada aksi ini sebenarnya Donald trump yang mengesahkan yerussalam sebagai ibukota Israel padahal kita tahu yerussalam tanah palestina, oleh sebab itu dari provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Aliansi SOlidaritas DUnia Islam ini menuntut dan menolak…”

Aksi solidaritas tersebut berjalan aman dan lancar dengan dikawal puluhan aparat keamanan, karena kegiatan aksi ini dilaksanakan ketika acara car free day berlangsung(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here