Pada usia yang ke-59 tahun, tepat tanggal 17 Desember, provinsi  Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapatkan sebuah pengakuan dari salah satu penelitian, ACI, Lee Kwan Yew School of Public Policy, yaitu sebuah Universitas terkemuka di Singapura yang mempublikasikan bahwa peringkat daya saing NTB tahun 2016 berada pada posisi 19,dimana hal tersebut artinya  lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang masih berada pada posisi 26.

 

Potret pembangunan NTB selama dua periode kepemimpinan Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) secara berkelanjutan tersebut dikatakannya semakin berdaya saing dan semakin berprestasi. Hal tersebut ditunjukkan oleh lompatan daya saing NTB dari posisi 26 tahun 2015 ke posisi 19 pada tahun 2016,dan  ratusan prestasi-pun berhasil diraih yang membuat NTB semakin dikenal dikancah Nasional maupun internasional.

Bahkan NTB pernah mencatat rekor sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi terbaik, dengan angka pertumbuhan 9,9 persen, jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,9 persen. Menurutnya, Kinerja ekonomi yang baik itu mampu menumbuhkan kemampuan pelaku ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga berhasil mengurangi pengangguran dan angka kemiskinan di NTB.

“Angka pengangguran terbuka di NTB saat ini sebesar 3,32 persen. Jauh lebih baik dibanding tingkat pengangguran nasional sebesar 5,5 persen,” ungkapnya.

TGB menyebut tahun 2018 merupakan momen penuntasan RPJMD provinsi NTB periode 2013-2018, sekaligus juga tahun politik Pemilu Kepala Daerah secara serentak. Sehingga Menghadapi momentum tersebut, TGB mengajak jajarannya dan seluruh masyarakat untuk fokus pada upaya pencapaian indikator indikator kinerja yang telah ditetapkan di dalam RPJMD. Selain itu dalam menghadapi Pemilukada, TGB berharap dan menghimbau seluruh masyarakat agar berpartisipasi aktif mensukseskannya dengan mengedepankan politik yang santun, mencerdaskan dan bermartabat.(wn)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here