Aksi solidaritas mengecam kekerasan terhadap umat muslim rohingya

Aksi kejahatan kemanusian yang dialami oleh etnis Rohingya di Myanmar mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat luas termasuk dari warga Nusa Tenggara Barat. Lewat aksi turun kejalan diekpresikan oleh warga masyarakat dari berbagai elemen pemuda, organisasi masyarakat bahkan lintas agama yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Peduli Myanmar dengan melakukan aksi unjukrasa yang dimulai dari gelanggang pemuda menuju kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)

Dimana ratusan massa tersebut mengutuk keras aksi pembantaian yang dianggap sangat tidak berprikemanusiaan. Karena itulah massa dari Aliansi Kemanusiaan Peduli Mynmar NTB mendesak pada Pemerintah Pusat agar segera memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Myanmar karena dianggap tidak baik lagi berhubungan negara yang melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan.

Salah satu orator dalam aksi tersebut yaitu Ketua Pemuda Pancasila NTB Lalu Wirahman, mengatakan bahwa saat ini kita dipertontonkan aksi yang tidak berprikemanusiaan dimana etnis Rohingya di Myanmar diperlakukan tidak lebih seperti binatang di usir dan di bunuh.

” Bahwa kekejaman ini sudah berlaku berkali kali, kita hanya diam dan karena itu kita meminta tindakan tegas pada Presiden untuk bersikap yaitu untuk menutup Kedutaan Besar Myanmar yang ada di Jakarta dan memanggil Dubes kita pulang,”ucapnya berapi api saat menyampaikan orasi yang disambut dengan semangat dari massa aksi.

Wirahman juga mengingatkan presiden Jokowi-JK agar persahabatan dengan Myanmar segera diputuskan karena mengganggap Myanmar bukan sahabat yang baik karena telah melakukan tindakan tindakan yang sudah dianggap diluar batas kemanusiaan.

“pada presiden jokowi Jk bahwa Myanmar itu bukan sahabat yang baik dan ini bukan soal agama tapi ini masalah Kemanusian,”ujarnya.

Sementara itu Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad  Zainul Majdi, mengajak semua pihak untuk menentang segala praktek praktek yang bertentangan dengan kemanusiaan. Hal tersebut diungkapkan ketika  menemui  massa aksi unjuk rasa dari aliansi  kemanusiaan peduli Myanmar yeang menggelar aksi didepan kantor gubernur NTB.

Menurut Tuan Guru Bajang , bahwa kita semua satu suara dan hentikan tindakan pada warga rohingya di Myanmar dengan memberikan hak hidup pada mereka.

” Yang kita lawan ini kegilaan dan kehilangan akal sehat dan tidak ada agama manapun yang memperbolehkan tindakan kekerasan ujarnya”.

Pada kesempatan tersebut ditengah tengah massa aksi TGB juga  mengajak semua pihak untuk berkontribusi langsung dengan memberikan sumbangan pada warga Rohingya untuk meringankan beban masyarkat rohingya. (wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here