Tradisi madak yang dilakukan oleh masyarakat sade pujut Lombok tengah di pantai kuta kini akan ditata ulang oleh pihak ITDC, sehingga tradisi madak tersebut tidak terkesan kumuh, melainkan  mempunyai nilai budaya serta nilai seni  yang tinggi.

 

Tradisi madak yang  turun temurun dilakukan masyarakat sade desa rembitan kecamatan pujut lombok tengah di kawasan pantai kuta yang merupakan bagaian dari kawasan ekonomi khusus kek mandalika lombok tengah kini akan ditata ulang pihak pengelola kawasan yakni ITDC sehingga tradisi madak tersebut tidak terkesan kumuh.

Pasalnya lokasi tradisi madak tersebut berada di kawsan KEK yang beberapa waktu yang lalu diresmikan pengoprasiannya oleh presiden Joko widodo.  hal tersebut di ungkapkan kepala general affair ITDC Lanang bratasuta. adapun perlu diketahui tradisi madak merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat sade dengan berbondong bondong menginap di kawasan pantai kuta selama 3 hari 3 malam tepat di bulan ke empat dan kelima penanggalan sasak.

“saya tidak pernah mengatakan bahwa tradisi madak tersebut akan dipindahkan, akan tetapi kami akan tata. sehingga yang dulunya pakai tenda terpal mungkin kita akan ubah supaya ada nilai seninya, karena tradisi madak ini juga mendukung pariwisata”

Selain itu pihaknya menepis isu yang menyebutkan bahwa itdc akan memindahkan lokasi dari tradisi madak tersebut, pihaknya juga  akan mengkomunikasikan kepada masyarakat maupun pemda lombok tengah terkait penataan dari tradisi madak tersebut sehingga nantinya tradisi tersebut mempunyai nilai budaya yang tinggi.(aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here