Status aktivitas Gunung Agung di Bali yang mulanya berada pada level awas, telah diturunkan menjadi siaga. Berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan serta mempertimbangkan potensi ancaman bahaya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

 

Terkait menurunnya status Gunung Agung di kabuapten karang asem bali, kepala pelaksana badan penanggulangan bencana daerah BPBD NTB, Muhammad Rum menyampaikan, saat ini status gunung agung sudah turun, yakni dimana dari status awas menjadi status siaga, namun bagi warga harus tetap jaga jarak yang ditolerir oleh badan geologi, sehingga tetap ada daerah yang berpotensi menajdi jalur merah, wargapun dihimbau harus tetap berada sejauh minimal 7kilometer dari radius yang telah ditetapkan tersebut.

Diirnya memperkirakan sudah ada pengungsi di Lombok yang kembali ke kampung halamannya di Bali. Dimana Para pengungsi yang datang ke Lombok ini diakui Rum disebabkan bukan karena tempat tinggal yang dekat dengan daerah rawan. Melainkan karena tak tahan dengan intensitas gempa yang terjadi. Namun saat ini intensitas gempa kian hari kian berkurang. Sehingga menurutnya wajar jika pengungsi ingin kembali ke kampong halamannya masing-masing.

“Nanti saya akan koordinasi dengan teman BPBD kabupaten/kota di Lombok, yang mana ada data pengungsi di lombok untuk kita bisa fasilitasi agar mereka bisa kembali ke kampung halamannya. Kan kasihan sudah satu bulan lebih mereka tinggalkan, dengan kondisi hidup yang tidak nyaman di keluarga di sini ungkapnya”

Sementara meski ada fasilitas penyeberangan gratis yang disediakan oleh Dinas Perhubungan NTB, Rum memperkirakan para pengungsi telah kembali dengan menggunakan ferry atas biaya sendiri.

“Harga ferry kan ndak terlalu seberapa sih, mereka datang juga bisa sendiri, saya pikir mereka juga kembali bisa mandiri tapi tetap kita pantau imbuhnya”(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here