Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Mahmuddin Tura menjelaskan jika proses relokasi pedagang kaki lima di eks-pelabuhan Ampenan sempat tertunda akibat adanya kesalah pahaman dengan para pkl, meski demikian relokasi dipastikan akan dilakukan pada bulan September mendatang, dan revitalisasi eks-pelabuhan ampenan dapat rampung sesuai target pada akhir tahun nanti.

 

(Mataram/30/8/2017) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Mahmuddin Tura menjelaskan jika proses relokasi pedagang kaki lima di eks-pelabuhan Ampenan sempat tertunda akibat adanya kesalahpahaman dengan para PKL, dimana sebanyak 46 orang PKL dilokasi tersebut meminta untuk dibuatkan lapak sementara terlebih dahulu.

Mengingat perelokasian PKL dinilai cukup mendesak,karena pemenang tender dari Pemerintah Provinsi  akan segera melakukan pengerjaan untuk bangunan spot selfi dan Ruang Terbuka HIjau (RTH). Hal tersebut telah diatasi pihaknya dengan membuat lapak sementara, lebih lanjut camat dan lurah diminta untuk mengkoordinir para pedagang, karena relokasi akan dilakukan pada awal bulan September mendatang.

“Mau tak mau harus pindah, karena pelaksanaannya kan harus segera dimulai, dan lapak yang lama kan masih ada jadi harus dibongkar segera. Kemarin dari pasukan Pu sudah turun mau membongkar tapi ga dikasi karena masyarakat disana tidak mau bergeser kalau ga dibuatin lapak sementara.”

Meski sempat tertunda, Mahmuddin optimis penataan ulang eks-pelabuhan Ampenan tersebut dapat rampung sesuai target pada akhir tahun nanti. Dimana diketahui revitalisasi tersebut dilaksanakan oleh pemerintah Provinsi dengan dana bantuan senilai 1,2 milyar rupiah. Rinciannnya, bantuan dana sebesar Rp700 juta dari Dinas Pariwisata NTB untuk penataan kawasan ruang terbuka, sedangkan Rp500 juta dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB untuk penataan lapak PKL.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here