Timterpadu penertiban alat peraga kampanye (APK ) menyalahi aturan  kembali bergerak, penertiban kali ini menyasar 66 titik di 6 kecamatan di mataram, namun sayangnya aksi tersebut diwarnai cekcok internal karena adanya kekeliruan dari data rekomendasi KPU, akibatnya sebuah APk yang telah dibongkar sebelumnya kembali  dipasang untuk menghindari keributan di masyarakat.

 

Timterpadu penertiban alat peraga kampanye (APK ) menyalahi aturan  kembali bergerak, penertiban kali ini menyasar 66 titik di 6 kecamatan di mataram.

tim terpadu yang terdiri dari personil dinas lingkungan hidup (DLH), PUPR, perkim, panita pengawas pemilu (panwaslu), komisi pemilihan umum (KPU), polpp. polres, kodim, dan kesbaangpol dibagi menjadi tiga kelompok unuk meyasar tiga zonasi yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni ampenan-sekarbela, mataram-selaparang, dan cakra-sandubaya.

namun sayangnya apenertiban tersebut diwarnai cekcok internal karena adanya kekeliruan dari data rekomendasi KPU, akibatnya sebuah APk yang telah dibongkar sebelumnya kembali  dipasang untuk menghindari keributan di masyarakat.

menurut korrdinator divisi (kordiv) sumber daya anusia (SDM) dan organisasi panwaslu kota mataram hasan basri, menurutnya penertiban terhadap APK menyalahi aturan memang harus mengacu pada rekomendasi  KPU, namun jika ditemukan kekeliruan terhadap rekomendasi wilayah seperti yang terjadi,  pembongkaran dapat tetap dilakukan mengacu pada rekomendasi isi, dimana rekomendasi-rekomendasi dari KPu bersumber dari panwascam di kecamatan dan ppl di kelurahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here