Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang jalan sandubaya kota mataram dirobohkan oleh  pasukan gabungan dari, satpol pp, satgas perdagangan, linmas kelurahan dan kecamatan, koramil, dan aparat kepolisian.

 

Puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang jalan sandubaya kota mataram dirobohkan paksa oleh  pasukan gabungan dari, satpol pp, satgas perdagangan, linmas kelurahan dan kecamatan, koramil, dan aparat kepolisian.

Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram sekaligus satgas dinas perdagangan kota Mataram, Muhammad syahidin yang terjun langsung saat eksekusi menjelaskan jika penertiban terhadap seluruh pkl di jalan sandubaya tersebut lebih memprioritaskan kepada 8 unit lapak permanen yang sebelumnya dibangun oleh pemerintah  pada tahun 2011 silam, yang ternyata kini dipermasalahkan sejumlah pemilik toko karena berada di halaman parkir tokonya.

Selanjutnya para pkl tersebut nantinya akan direlokasi ke tempat yang memang telah disediakan pihak kecamatan. Penertiban pun berjalan lancar tanpa adanya perlawanan dari para pkl karena memang pihak kecamatan telah berkali-kali memberi surat peringatan.

“penertiban kali ini kita prioritaskan untuk lapak permanen yang dulunya dibangun dinas perdagangan, tapi kan kini muncul masalah karena lokasinya di halaman toko, jadi akan kita pindah ke tempat yang telah disediakan, penertiban berjalan lancar, tidak ada yang melawan karena mereka sudah sadar diri, kan udh sering dikasi peringatan.”

Sementara itu, Camat Sandubaya Samsul menjelaskan selain 8 unit lapak tersebut, penertiban juga dilakukan terhadap belasan lapak liar yang memanfaatkan trotoar di sepanjang jalan sandubaya. Lebih lanjut utuk mengantisipasi kembalinya para pkl tersebut, dirinya kan berkoordinasi dengan APKLI untuk melakukan pendataannya agar mempermudah dalam mengkordinir para pedagang kaki lima.

“kita juga tertibkan belasan lapak liar, yang dulunya milik pedagang buah musiman, yang sekarang lapaknya permanen, seharusnya kan mereka tidak boleh membangun lapak permanen, mereka boleh berdagang dari jam 2 siang samapi malam, tapi paginya harus bersih lagi termasuk dengan lapaknya. Kita sudah bersurat sejak sebulan lalu, dulu ada puluhan lapak, tapi mungkin ada yang merapikan lapak secara mandiri, jadi sisa yang kita tertibkan hanya belasan.”(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here