Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Usman menyebutkan jika saat ini, 3 Puskesmas Di Kota Mataram melaksanakan program makan bersama atau berayan  dengan para penderita gizi buruk  dan warga  dengan berat badan di bawah garis merah (BGM) guna memperbaiki asupan gizi mereka.

 

Hingga bulan Oktober ini, Dinas Kesehatan (DIKES) Kota Mataram telah menangani 7 kasus gizi buruk, tiga diantaranya disebabkan oleh kelainan sejak lahir, dan empat sisanya karena penyakit bawaan dan pola asuh yang salah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Usman, dirinya menjelaskan sebagai langkah penanganan, saat ini di tiga puskesmas yakni puskesmas mataram pejeruk dan karang pule tengah melaksanakan program makan bersama atau biasa disebut berayan dengan para penderita gizi buruk dan warga  dengan berat badan di bawah garis merah (BGM), prosesnya pun mudah dan murah, dimana seluruh pasien diminta membawa makan sendiri dari rumah lalu dikumpulkan di puskesmas untuk makan bersama. langkah tersebut dinilainya cukup efektif mengingat nafsu makan anak meningkat ketika makan secara bersama-sama.

“tiga puskesmas kita sudah mulai melaksanakan program berayan atau makan bersama ini, ini kan memang budaya lokal masyarakat lombok yang kita coba terapkan, dan hasilnya bagus, nafsu makan anak cenderung meningkat saat makan bersama.”

Lebih lanjut, mengingat program tersebut mendapat respon baik dari para pasien, Usman mengaku akan mengalihkannya kepada kegiatan posyandu guna mempermudah masyarakat mengingat jarak menuju puskesmas untuk mengikuti program makan bersama atau berayan dapat menyulitkan pasien.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here