Ketua Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Mataram Hartati menyebutkan Dasan Agung menjadi penyumbang terbesar terhadap kekumuhan di Kota Mataram.

 

Ketua Koordinator Kota Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kota Mataram Hartati menyebutkan Dasan Agung menjadi penyumbang terbesar terhadap kekumuhan di Kota Mataram, menurutnya dari total 303, 57 hektar kawasan kumuh di Kota Mataram, 30,60 hektarnya berada di Dasan Agung.

Tingginya angka kekumuhan tersebut menurutnya diakibatkan oleh persoalan limbah, dimana limbah domestik masih tercampur dengan saluran drainase, terlebih di kawasan dasan agung sebagian warga masih membuang kotoran langsung menuju sungai tanpa menggunakan septic tank.

“Dasan agung penyumbang kumuh terbesar, ada 30,60 hektar kawasan kumuh di dasan agung, ya karena itu masalah limbahnya.”

Lebih lanjut selain Dasan Agung, sejumlah daerah lain yang juga dinilai memiliki kawasan kumuh yang cukup tinggi berada di kawasan pesisir seperti di Bintaro, Ampenan tengah, Banjar, Ampenan selatan dan tanjung karang permai.

Selanjutnya di kawasan daerah aliran sungan (DAS)  kali jangkuk, seperti di karang baru, monjok barat,kebun sari, dasan agung dan dasan agung baru, termasuk wilayah di sekitara kawasan DAS kali ancar. Kemudian kawasan pusat perdagangan dan Jasa di kecamatan cakranegara dan kawasan padat penduduk seperti di cilinaya juga dinilai masih sangat kumuh.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here