Pemerintah lombok tengah melalui dinas pariwisata dan kebudayaan akan mengupayakan semua desa maupun kelurahan di lombok tengah untuk membuat perdes pelarangan kecimol, mengingat kecimol dan ale-ale tidak mencerminkan adat dan budaya sasak.

 

Kepala dinas pariwisata dan kebudayaan lombok tengah Lalu putria mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong semua desa dan kelurahan yang ada di wilayah lombok tengah untuk membuat perdes terkait dengan pelarangan kecimol masuk dan keluar desa saat tradisi nyongkolan.karena hal tersebut sering membuat kemacetan  arus lalu lintas kendaraan serta kericuhan akibat dari berjoget dan saling dorong. sehingga pihaknya menginginkan supaya tradisi nyongkolan khususnya di lombok tengah hanya menggunakan gendang beleq yang merupakan music adat daerah sasak yang kini terus digenjot kelestaraiannya oleh pemda lombok tengah.

selain itu di beberapoa desa di lombok tengah sudah menerapkan pelarangan masuk dan keluar kecimol serta ale-ale seperti desa ketare dan rembitan.

“ saya tidak mengerti darimana asal usul kecimol itu, dan itu melenceng dari adat dan budaya sehingga kami menghimbau kepada desa desa dan kelurahan untuk membuat perdes pelarangan kecimol masuk dan keluar desa saat nyongkkolan”

sementara pihakntya menginginkan supaya desa desa lain supaya bisa menerapkan perdes pelarangan kecimol dan ale-ale tersebut seperti desa ketare dan rembitan.  sehingga tidak ada lagi masyarakat menggunakan kecimol ketika melakukan teradisi nyongkolan, hal itu dilakukan untuk menjaga kemanan maupun ketertiban masyarakat.(aw)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here