Wakil Walikota Mataram, Mohan Roliskana menyatakan jika para pengungsi dari kalangan anak-anak akibat erupsi gunung agung  di Bali dapat bersekolah di Mataram, dimana hingga saat ini jumlah pengungsi yang berhasil terdata sebanyak 47 KK dengan total 172 jiwa.

 

Hingga kini status Gunung Agung terus meningkat hingga awas level IV, ribuan wargapun  telah mengungsi ke sejumlah daerah bahkan hingga menyeberang ke Lombok. Dimana dari data yang berhasil di inventarisir Pemerintah Kota Mataram, terdapat sekitar 47 KK dengan total 172 jiwa yang mengungsi dan tersebar di Kota Mataram.

Wakil Walikota Mataram Mohan Roliskana menjelaskan jika Pemkot telah mengerahkan 6 orang pasukan Taruna Siaga Bencana (tagana) Dinas Sosial untuk membantu penyaluran bantuan logistik di Bali, selain itu Pemerintah kota juga memberikan izin kepada para pengungsi dari kalangan anak-anak untuk bersekolah di Mataram, mengingat kondisi erupsi dengan masa yang tak menentu dinilai dapat mengganggu pendidikan anak-anak.

“ada permintaan dari beberapa pengungsi yang masuk ke Kota Mataram, agar anak-anaknya dapat di titip di sekolah yang ada, dimana hal tersebut telah dikoordinasikan oleh asisten I dengan dikpora agar dapat mengakomodir mereka, karena masa erupsi ini kan kita tidak atahu, jangan sampai anak-anak ini jadi putus sekolah.”

Lebih lanjut Mohan juga menambahkan, bagi para pengungsi yang tidak memiliki keluarga di lombok terutama bagi yang beragama hindu nantinya akan diakomodir melalui para aparatur sipil negra ASN Kota Mataram.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here