Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan NTB (disdag), terus memantau terkait rencana impor beras yang akan dilakukan oleh pemerintah Pusat,sehingga jika rencana tersebut terealisasi, pemprov NTB tidak segan-segan menolaknya, mengingat NTB saat ini dalam kondisi surplus beras.

 

Rencana pemerintah pusat akan melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand ke wilayah NTB menjadi trending Nasional, kondisi beras yang ada di NTB yang dinilai langka menjadi penyebab utama pemerintah pusat berencana melakukan impor beras  tersebut, namun Pemerintah NTB menolak langsung rencana impor beras tersebut,   pasalnya meski panen raya belum dilakukan namun persediaan beras di NTB masih aman bahkan saat ini NTB berada dalam kondisi surplus beras, Hal tersebut di tegaskan oleh kepala Dinas Perdagangan NTB, Putu Selly Handayani,

“…Justru NTB mengirim ke daerah lain, untuk bantuan stok beras, sehingga tidak akan mengimpor beras..” tegas Selly.

Selly memastikan saat ini stok beras di Bulog masih aman bahkan hingga lima bulan kedepan. Sehingga nantinya jika pedagang beras di NTB kekurangan, maka pihaknya akan mendistribusikan kepada para pedagang. Apalagi, setiap bulannya Bulog menyiapkan 4.000 ton beras untuk di distribusikan kepada para pedagang. Sementara itu, berdasarkan pantauan harga beras di pasaran masih berkisar Rp8.100 untuk beras medium dari Bulog, dan Rp11.000 untuk beras premium.

“Masih dalam kondisi standar dan dibawah HET pemerintah,” tandasnya.

Oleh sebab itu Selly mengimbau kepada para  pedagang untuk tidak latah, menaikan harga beras, karena kondisi di berbagai daerah saat ini yang mulai langka bukan di NTB.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here