Angkutan masal bus rapid transid brt di pastikan akan kembali mengaspal di tahun 2018 mendatang, yang menjadi keharusan di tengah pertumbuhan dan perkembagan daerah di ntb yang membutuhkan solusi terhadap keberadaan angkutan masal.

 

Keberadaan angkutan masal untuk mengurai kemacetan di ntb khusunya di kota mataram menjadi desakan wakil ketua dprd ntb mori hanafi agar pemerintah nusa tenggara barat untuk segera merealisasikan keberadaan angkutan masal bus rapit transit yang sebelumnya sempat menjadi polemik akibat dari adanya penolakan sejumlah supir angkutan umum yang merasa kehilangan mata pencaharian, namun pemerintah sendiri perlu adanya ketegasan mengingat pertumbuhan daerah di ntb harus segera di dukung dengan keberdaan angkutan masal.

” Pertumbuhan angkutan masa di kota modern itu harus kita dukung kalau tidak ini kan sudah lumayan kalau kita lihat lombok 5 tahun yan lalu dengan sekarang kita terkaget kaget.”

 

Sementara itu kadis perhubungan ntb lalu bayu windia mengakui realisasi keberadaan brt menjadi pekerjaan rumah pemerintah ntb, namun dirinya memamstikan jika 2018 brt akan bisa beroperasi, dengan mengutamakan koridor koridor utama agar tidak menimbulkan persoalan dari penolakan angkutan umum lainnya.

” Maskusdnya bukan soal penolakan namun kita perlu duduk bersama, nanti mungkin ada yang kita prioritaskan di koridor utama, kita usahakan ini pr kita untuk bisa berjalan”(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here