Paska pemberian bantuan dana alih profesi pada para pedagang tuak namun hingga kini keberadaan pedagang tuak semakin menjamur hal ini di nilai akibat dari tidak tegasnya pemerintah sehingga terkesan di lecehkan oleh para pedagang tuak.

 

Kendati pemerintah Kota Mataram telah memberikan bantuan dana alih profesi bagi para pedagang tuak di Kota Mataram agar segera beralih profesi dan tidak menjual tuak lagi karena sering kali persoalan kriminalitas di tenggarai berawal dari minuman tradisional tersebut, namun nyatanya hingga kini para pedangan tuak masih terang terangan menjual dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah Kota Mataram.

Menurut  Kabidtratibum pol pp Kota Mataram Bayu pancapati menilai jika masih membandelnya para pedagang tuak tersebut terkesan menantang pemerintah sehingga perlu langkah tegas dari ppns dan aparat kepolisian untuk menjerat para pedagang tuak tersebut.

” Udah terima bantuan, bantuannya malah digunakan untuk memperluas usaha tuak ini, ini yang ndak betul, harus diberikan sanksi mereka, tidak perlu dikasi teguran tidak perlu dikasi peringatan lisan, harus  tindakan hukum langsung karena sudah tau dirinya salah tapi terkesan menantang pemerintah sehingga harus ditindak tegas.”

 

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Husni thamrin menilai jika masih membandelnya para pedagang tuak tersebut terkesan melecehkan pemerintah sehingga dirinya mendesak agar pemerintah segera melakukan tindakan tegas,  mengingat langkah persuasif berupa pemberian dana alih profesi telah di lakukan namun nyatanya tidak diindahkan oleh para pedagang tuak tersebut.

” Kalau tidak ada ketegasan pemerintah tetap akan di lecehkan oleh mereka yang  jual miras tradisional, padahal ini sudah jelas merusak generasi muda, harus ada tindakan jangan ada kucing kucingan antar pemerintah”.(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here