Penandatanganan komitmen bersama untuk melindungi anak kota mataram dari paparan, sponsor, promosi, iklan dan asap rokok.

 

(mataram 26/8) Keinginan Kota Mataram untuk menjadi kota layak anak nampaknya masih terhalang oleh keberadaan iklan rokok yang masih bergentayangan di setiap sudut kota. Hal tersebut menjadi salah satu atensi Dewan Anak Mataram (DAM).

Menurut keterangan ketua dewan anak mataram Denisward Eurico Rathani, saat ini reklame rokok yang berjarak hanya 5 meter dari gerbang sekolah dapat ditemukan dengan mudah, terutama di beberapa wilayah seperti Turide, Ampenan, Cakra, dan Mataram. Dirinya mengaku cukup menyayangkan kondisi tersebut, mengingat Kota Mataram sendiri memiliki keinginan besar untuk menjadi kota layak anak. Namun dengan ditandatanganinya komitmen bersama untuk melindungi anak kota mataram dari paparan, sposor, promosi, iklan dan asap rokok yang merupakan perwujudan suara anak Kota Mataram dan nasional, Denis berharap keberadaan reklame rokok dapat  menjadi atensi pemerintah untuk segera dituntaskan.

” Kami akan memberikan hasil monitoring itu ke pemerintah, jadi pemerintah kota mataram menegetahui  seberapa banyak iklan rokoknya. Nah, setelah dari itu kita akan minta pemerintah  supaya mengurangi iklan rokok di kota mataram.”

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan  Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Dewi Mardiana Ariani menjelaskan jika hal tersebut membutuhkan sinergi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah seperti Satpol PP, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , dan OPD lainnya.

” Kita sudah berkoordinasi dengan pak sekda dan pol pp, nah disitu pol pp sudah menurunkan untuk yang radius 100 meter dari sekolah, termasuk di kio-kios. Sementara untuk reklame besar dan berizin kita berkoordinasi dengan DPMPTSP”(el).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here