Puncak musim hujan diwilayah nusa tenggara Barat NTB dinilai akan terjadi pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018 dengan intensitas normal sampai diatas normal, untuk itu masyarakat diminta senantiasa waspada akan terjadinya bencana terutama di daerah yang selama ini rawan bencana.

 

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas l Lombok Barat, Wakodim, menyebutkan, beberapa kabupaten/kota yang rawan bencana banjir antara lain, Kabupaten Sumbawa, Kota Bima, Kabupaten Lombok Timur umumnya di kawasan Sambelia dan Belanting, serta  Kota Mataram di Ampenan.

Dirinya mengingatkan agar masyarakat kabupaten lain tetap waspada jelang masukya musim hujan, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan hutan, mengingat sebagian kawasan hutan NTB sekarang kondisinya gundul dan rawan terjadinya bencana banjir maupun tanah longsor.

“…Untuk pergerakan angin selama musim hujan ini akan berubah dari angin timur ke angin barat, di mana angin barat biasanya akan lebih kencang begitu.…” ungkapnya.

Adapun sebagian petani lahan tadah hujan yang telah memulai menanam padi dengan sistim Gogorancah (Gora), Wakodim mengatakan tidak ada masalah dan akan tetap aman meski puncak musim hujan baru akan terjadi mulai Desember 2017 hingga Februari 2018 mendatang.

Ia menyarankan kepada masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan cuaca untuk langsung mengunjungi situs resmi BMKG,  sehingga masyarakat lebih paham dan mmilih waktu yang baik untuk bercocok tanam.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here