Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi lombok tengah masrun terancam dinonaktifkan jika tidak segera meminta maaf kepada lembaga dprd terutama pada komisi 4. hal itu berkaitan dengan ancaman masrun yang akan memenjarakan anggota dewan.

 

Wakil ketua dprd lombok tengah ahmad ziadi menyampaikan pesan kepada kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi lombok tengah masrun untuk segera meminta maaf terkait lontaran kata-kata kasar serta ancaman yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu kepada ketua komisi empat dprd lombok tengah lalu supriadi.

lontaran tersebut berkaitan dengan dipangkasnya anggaran untuk layanan terpadu satu pintu ltsp di dinas tenaga kerja dan transmigrasi lombok tengah sebanyak 200 juta. menyikapi hal tersebut pimpinan dewan menggelar rapat bersama pimpinan dan ketua komisi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

adapun sejumlah anggota dewan mengusulkan kepada masrun untuk segera meminta maaf secara tertulis ke lembaga tertinggi tersebut. jika tidak masrun akan dinonaktifkan sebagai kepala dinas.

“teman-teman anggota dewan mengusulkan kepada masrun untuk segera meminta maaf secara tertulis kepada lemaga dprd, ada juga yang mengusulkan untuk dinonaktifkan”

selain mengusulkan untuk menonaktifkan kepala dinas tersebut anggota dewan juga berkeberatan dan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

adapun pihaknya berharap supaya kejadian ini tidak terulang kembali sehingga tidak berakibat pada rusaknya lembaga tertinggi di Indonesia tersebut.(aw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here