Sebagai upaya untuk membantu perkembangan pertanian ditengah ancaman alih fungsi lahan yang terus terjadi setiap tahun di mataram, salah satu penggiat pertanian hidroponik mengusulkan pemafaatan atap ruko untuk urban farming seperti hidroponik.

 

Sebagai upaya untuk membantu perkembangan pertanian ditengah ancaman alih fungsi lahan yang terus terjadi setiap tahun di mataram, salah satu penggiat pertanian hidroponik masbuhin mengusulkan pemanfaatan atap ruko untuk urban farming seperti hidroponik.

menurutnya terus menyusutnya lahan pertanian di Koata mataram tidak boleh membuat petani lantas harus berpangku tangan kepada pemerintah, namun petani juga dituntut kraetif dan inovatif dengan kondisi yang ada, pemanfaaatan atap ruoko tersebut dijelaskanya sangat memungkinkan untuk pengembangan pertanian sistem hidroponik, pengelolaanya sendiri dinilainya dapat dipihak ketigakan dan hasilnya dapat dibagi.

“saya berharap legislator dapat membantu mendorong terwujudnya rencananya ini, agar nanti tidak ada lagi lahan terlantar, seperti di kantor-kantor dan sekolah yang setidaknya bisa dimanfaatkan untuk urban farming, itu juga bisa di atap ruko, mungkin bisa dikerjasamkan dengan pemilik toko.”

Lebih lanjut dirinya mengakui meski menggunakan lahan yang cenderung sempit, urban farming seperti pertanian hidroponik juga dapat memperoduksi hasil tak kalah dengan hasil pertanian konvensional, dimana dari lahan 2 are yang dikelolanya saat ini, hasil produksinya dapat setara dengan lahan 1 hektar, sehingga dinilainya kota mataram sangat cocok untuk sistem tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here