Kepala Bidang Trantibum Satuan Polisi Pamong  Praja (SatpolPP) Kota Mataram Bayu Pancapati meminta agar para Lurah tak cuek terhadap kondisi pedagang kaki lima (PKL) di lingkungan masing-masing, pasalnya PolPP kerap mendapat keluhan dari masyarakat terkait menjamurnya PKL di sejumlah titik yang berdampak terhadap ketertiban umum.

 

Kepala Bidang Trantibum Satuan Polisi Pamong  Praja (SatpolPP) Kota Mataram Bayu Pancapati meminta agar para Lurah tak cuek terhadap kondisi pedagang kaki lima (PKL) di lingkungan masing-masing, pasalnya PolPP kerap mendapat keluhan dari masyarakat terkait menjamurnya PKL di sejumlah titik yang berdampak terhadap ketertiban umum.

Bayu menjelaskan penataaan pedagang kaki lima (PKL) sesuai Perwal no 22 tahun 2013 melimpahkan kewenangan tersebut kepada para kepala wilayah dalam hal ini para camat dan lurah, dirinya mengaku PolPP sebenarnya dapat menindak langsung para pedagang yang melanggar aturan, tapi mengingat pedagang di setiap wilayah rata-rata di dominasi penduduk setempat, makan dirinya menilai hal tersebut akan lebih baik jika melalui proses komunikasi terlebih dahulu.

”perwal 22 tahuun 2013 sudah jelas, salah satu kewenangan yang dilimpahkan kepala daerah kepada para lurah adalah penataan pedagang kaki lima, Polpp bisa saja tindak, tapi karena pkl disana adalah warga dari kelurahannya jadi mungkin bisa dikomunikasikan dulu, nanti kalau masih belum bisa juga, pak lurah bisa kontak kami, baru kami tindak. ”

Lebih lanjut Bayu menilai kesemrawutan penataan PKL terjadi hampir merata di seluruh Kota Mataram, seperti Ampenan, Cakra, Mataram, hingga Sandubaya.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here