Kepala Dinas pekerjaan Umum dan penataan ruang (PUPR) Kota Mataram menyebutkan jika kontrak pembangunan proyek jembatan dasan agung dengan CV. Limbu Indah terancam diputus, pasalnya kontraktor diketahui kehabisan modal  saat pengerjaan baru 26 %.

 

Kepala Dinas pekerjaan Umum dan penataan ruang (PUPR) Kota Mataram Mahmuddin Tura  menyebutkan jika kontrak pembangunan proyek jembatan dasan agung dengan CV. Limbu Indah terancam diputus, pasalnya kontraktor diketahui kehabisan modal  saat pengerjaan baru 26 %.

Dirinya menyebutkan dengan realisasi fisik yang sangat rendah, dan pengerjaan proyek tiidak berjalan selama 2 bulan terakhir, pemutusan kontrak sudah dapat dilakukan, namun karena pemerintah kota mataram tidak ingin terkesan gegabah, maka persoalan tersebut akan dibahas terlebih dahulu dalam rapat koordinasi bersama asisten   II setda kota mataram.

mahmuddin menjelaskan jjika peneguran sudah sangat sering dilakukan, namun pihak kontraktor berdalih dengan aalsan kehabisan modal sehingga proyek tersebut tidak dapat dilanjutkna, jika nantinya pemerintah kota mengambil langkah pemutusan kontrak akan ada pengembalian dana sekitar 4 % atau senilai 80 juta rupiah dari anggaran yang telah digelontorkan sebelumnya.

“pegerjaan fisiknya baru 26 %, dan selam 2 bulan terakhir tidak ada pengerjaan sama sekali, jadi secara aturan kita sudah bisa melakukan pemutusan kontrak, tapi karena kita tidak mau gegabah, kita akan rapatkan dulu nanti dengan asisten II.”

lebih lanjut, dirinya menjelaskan jika pembangunan jembatan tersebut terpaksa akan mangkrak hingga tahun 2018 mendatang, dan akan dianggarkan kembali pada tahun berikutnya dengan nominal sekitar 1,8 milyar rupiah.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here