Sistem pelayanan di kantor imigrasi ntb diduga sengaja di rusak oleh oknum tertentu yang bisa mendapatkan akses dalam pembuatan paspor sehingga komisi 5 dprd ntb mendorong persoalan tersebut di tindak lanjuti pada ranah hukum.

 

Komisi V DPRD NTB melakukan rapat kerja dengan sejumlah organisasi perangkat daerah terkait dengan dugaan rusaknya pelayanan publik di kantor imigrasi mataram dalam pengurusan dokumen dan administrasi para calon tki ke luar negeri, mengingat dari hasil investigasi Ombusdman RI perwakilan NTB  persoalan percaloan tumbuh subur dalam pengurusan paspor.

Kepala Ombusdman RI Perwakilan NTB  Adhar hakim menilai jika mekanisme pelayanan  publik dalam pengurusan paspor di  kantor imigrasi NTB dari hasil investigasi di duga sengaja di rusak sistemnya oleh oknum tertentu baik eksternal mupun internal imigrasi untuk mendapatkan keuntungan.

” Memang  ada pihak yang ingin agar  sistem ini tidak perlu harus baik, karena dengan sistem yang  rusak itu akan ada oknum  yang diuntungkan ungkap adhar”

Sementara itu Ketua Komisi  V DPRD NTB Hj. wartiah menilai jika persoalan percaloan dalam pelayanan publik di kantor imigrasi tersebut harus di tindak lanjuti dengan tegas, mengingat banyak fakta terhadap persoalan percaloan tersebut oleh oknum tertentu sehingga dirinya mendorong adanya efek jera persoalan tersebut dengan memproses hukum oknum oknum yang terlibat baik di internal imigrasi maupun dari eksternal.

” Fakta ini harus kita buka untuk kebaikan bersama sama di masa yang akan datang, rusak nya sistem disana tidak bisa dibiarkan dan harus ada efek jera buat oknum tersebut”(pc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here