Kekeringan, Petani Beli Air untuk Irigasi

lahan sawah yang terdampak kekeringan, di Dusun Tenandon, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah

 

Musim kemarau yang cukup panjang telah menyebabkan ratusan hektar lahan padi di Dusun Tenandon, Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah gagal panen. Alhasil petani rugi mencapai puluhan juta rupiah.

Di musim penghujan Biasanya dengan lahan 1 hekar Petani dapat memperoleh hasil sekitar 8 ton, namun tahun ini, untuk 1 hektar lahan pertanian petani hanya memperoleh 1,5 ton.

Sadli salah seorang petani di Dusun tersebut mengungkapkan, musim panen saat ini dirinya  hanya dapat mengumpulkan sisa padi yang berbuah seadanya untuk dipergunakan sebagai bahan pokok tiap harinya.

“ kita gagal panen tahun ini karena tidak ada air, karena itu pendapatan kita berkurang, dari lahan 1 hektar kita Cuma dapat 1,5 ton, kalau tahun lalu bisa dapat 8 ton, belum lagi kita harus beli air untuk mengairi sawah” ungkap Saldi ditemui saat sedang bekerja di sawah miliknya.

Untuk saat ini para petani harus membeli air dengan harga 25.000 per jam untuk mengairi sawah mereka, selain membeli air dengan hitungan per jam, para petani juga masih mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar mesin penyedot air. Sementara bagi  para petani yang tak mampu membeli air tak dapat berbuat banyak dan hanya dapat pasrah dengan nasib tanaman padi mereka.(AN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here