Kasus tindak asusila di wilayah Nusa Tenggara Barat, masih kerap terjadi dan kali ini aparat kepolisian sektor cakranegara kembali menangani dugaan kasus tindak asusila yg dilakukan oleh remaja berinisial LHD, 22th, terhadap seorang gadis berinisial SP yang masih berusia 14 th.

 

Dugaan kasus tindak asusila yang dilakukan oleh LHD terhadp SP ini berawal saat korban di ajak pelaku menginap dirumahnya pada sabtu 23 september lalu, dan dengan kondisi rumah yang tampak sepi  membuatnya lebih leluasa untuk melancarkan niat bejatnnya.

Menurut Informasi dari kapolsek cakranegara Kompol Haris dinzah menjelaskan bahwa pelaku yang tinggal di bertais kecamatan Cakranegara Kota Mataram ini merupakan kekasih korban, sedangkan  dalam penanganan kasusnya tersebut yakni  berawal dari laporan orang tua korban yang merasa  tidak terima dengan perlakukan LHD.

“alasannya itu iya karena  tidak dapat restu orang tua korban untuk menikahi anaknya, jadi munculah niat bejat pelaku untuk melakukan hubungan selayaknya suami istri dan awalnya juga korban mengaku menolak namun karena mendapat ancaman dari pelaku  jadi korban Cuma bisa pasrah, mereka ini melakukannya 6 kali selama tiga hari berturut turut ucap haris”.

Sementara pelaku sendiri dalam pengakuannya mengatakan bahwa perbuatannya itu tidak disertai dengan unsur ancaman akan tetapi atas dasar sama sama suka jadi mereka nekat melakukannya.

Terkait dengan perkembangan kesehatan dan psikologis korban telah diserahkan kepada unit perlindungan perempuan dan anak PPA satreskrim polres mataram.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here