Presiden keempat RI Abdurrahman wahid atau yang akrab disapa (gus dur), disebut sebut layak dipandang layak mendapatkan kehormatan sebagai bapak keadilan sosial, pasalnya mengacu pada keberhasilan di era kepemimpinannya, ia mampu membangun pertumbuhan perekonomian indonesia di kala terpuruk akibat peralihan kekuasaan.

 

Direktur lingkar survey perjuangan, gede sandra, menyebutkan pemerintahan gus dur meski sangat singkat, yakni hanya 21 bulan, tapi dirinya mampu dan sukses dalam membangun pertumbuhan prekonomian di indonesia dengan lima tangga kemajuan, yaitu adanya pertumbuhan ekonomi, piutang berkurang, distribusi pendapatan, gini ratio rendah, kohesi sosial semakin kuat.

“…kurang dari dua tahun gus dur bisa membawa gini ratio indonesia terendah sepanjang 50 tahun terakhir terjadi di akhir era gus dur yaitu sebesar 0,31. gus dur yang mampu memberikan contoh implementasi dari sila kelima ini, maka beliau layak disebut bapak keadilan sosial…” ungkap gede sandra dalam diskusi publik yang bertajuk
“belajar dari model ekonomi gus dur”
Diskusi publik yang digelar west nusa tenggara development center (wntdc), pergerakan kedaulatan rakyat (pkr), pkc pmii ntb dan m 16 di salah satu hotel yang ada di mataram, nusa tenggara barat, sabtu. 25 november 2017.

lebih lanjuy gede sandra mengatakan, gus dur menerima warisan prekonomian dari presiden sebelumnya  habibie dalam kondisi “growth” yakni masih minus 3 persen pada september 1999. namun ketika diukur lagi di akhir tahun 1999 atau tiga bulan sejak tim ekonomi gus dur bekerja, pertumbuhan ekonomi sudah di level 0,7 persen atau melompat 3,7 persen.

sementara itu, direktur wahid institute, yenni wahid juga menilai keberhasilan gus dur dilihat dari data yang tidak bisa dipungkiri. semua berkat kerjasama tim ekonomi di bawah rizal ramli. namun demikian, tanpa adanya “political will” dari pimpinannya pada masa itu tidak akan bisa tim ekonomi bekerja.

“data ini bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap yenni.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here