Yayasan Galang Anak Semesta (GAGAS) Mataram mengungkapkan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang rawan akan terjadinya tindak kasus kekerasan seksual terhadap anak. Pasalnya Berdasarkan data Kepolisian Daerah (Polda) NTB mencatat, kekerasan terhadap anak selama periode 2014 hingga Maret 2017 sudah mencapai angka 471 kasus.

Direktur yayasan gagas mataram azhar zaini mengatakan, dengan berkembangnya pariwisata di NTB banyak pula dimanfaatkan oleh orang-orang yang sengaja mengambil kesempatan melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak, terbukti dengan adanya data kuat dari Kepolisian Daerah, Polda NTB yang  mencatat, kekerasan terhadap anak selama periode 2014 hingga Maret 2017 sudah mencapai angka 471 kasus. Diantaranya yakni jenis kasus 31 pemerkosaan, 220 persetubuhan, 188 pencabulan, dan 22 kasus lainnya.

“…Kejahatan seksual tersebut bukan hanya mengancam anak perempuan saja, akan tetapi juga mengincar anak laki-laki. Berbagai kasus yang terjadi belakangan ini menggambarkan betapa anak laki-laki menjadi korban pelampiasan seksual sejenis…” jelas Azhar,

Dimana Para pelaku, menurut Azhar, biasanya menggunakan modus sebagai dermawan di tengah masyarakat. Mereka memberikan santunan, bantuan dan hadiah kepada anak-anak dan keluarga calon mangsanya, sehingga masyarakat tidak menaruh curiga terhadap pelaku.

Melihat realita yang terjadi saat ini, GAGAS melalui proyek Down to Zero (DtZ), akhirnya mengembangkan model mekanisme pencegahan dan penanganan berbasis masyarakat yang dinamakan Lembaga Perlindungan Anak Tingkat Desa (LPAD) dan Forum anak tingkat desa (Sanggar Anak) dimana kedua forum ini pun sudah ada di Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat. Dalam kinerjanya LPAD selalu bergandengan dengan sanggar anak dan bekerjasama dengan semua unsur masyarakat termasuk pemerintah dan bertanggungjawab menjadikan LPAD dan sanggar anak sebagai tempat atau lingkungan yang aman dan ramah anak.(wn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here