Ambruknya tanggul sepanjang 30 meter di lingkungan pejeruk barat, kelurahan dasan agung, kota mataram yang diduga kuat akibat beban berat dari truk-truk yang kerap melintas membuat dinas perhubungan kota mataram berencana memasang tanda larangan melintas  bagi truk-truk bermuatan besar di lokasi tersebut.

 

Ambruknya tanggul sepanjang 30 meter di lingkungan pejeruk barat, kelurahan dasan agung, kota mataram yang diduga kuat akibat beban berat dari truk-truk yang kerap melintas membuat dinas perhubungan kota mataram berencana memasang tanda larangan melintas  bagi truk-truk bermuatan besar di lokasi tersebut.

Kepala seksi (Kasi ) rekayasa lalu lintas bambang eko yudarwinto menyatakan jika akibat ambruknya tanggul tersebut menyababkan rusaknya 10 unit patok jalan yang dihajatkan sebagai pengaman di sepanjang jalan tepi sungai jangkuk, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan para pengendara yang melintas, mengingat ruas jalan yang kehilangan patok pengaman cukup luas, sehinga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan, untuk itu bambang berharap dinas PUPR dapat segera memperbaiki talut tersebut, agar pihaknya juga dapat segera memperbaikai patok jalan yang rusak.

“ini harus segera kita perbaiki, karena keberadaan patok jalan seebgai pengaman atu pembatas antara jalan dan sungai, kalau tidak segera diperbiaki nanti pengenara yang melintas tidak mengetahui kalau ada sungai, nanti bisa menyebabkan kecelakan, kita tunggu dari PU perbaiki talut baru kita pasang lagi patoknya.”

lebih lanjut terkait keluhan masyarakat akibat adanya truk dengan beban berat yang kerap melintas dan dinilai sebagi penyebab utama ambruknya tanggul tersebut, bambang mengaku akan segera berkoordinasi dengan PUPR untuk memasang larangan truk melintas di jalan tepi sungai jangkuk, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.(el)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here